Perjalan
kedua kalinya ke Maluku Utara
 |
GURU BESAR TWI |
Penampilan biasa saja tapi
prestasi sungguh luar biasa adalah kata yang tepat buat ketua komda Paguyuban
Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia
Maluku Utara Machdir, MMG. diblantika pengembangan
Tapak Wali Indonesia Papa Ari Kriting sering beliau disebut telah meninggalkan
jejak pengembaraan dan melahirkan banyak warga dibeberapa tempat seperti batam
Bau-Bau kabupaten Sulwesi Tenggara.
Laporan
: Sam Asiku, S. Sos, MMG
Tiga bulan yang lampau
wilayah Maluku Utara telah menoreh sejarah baru
 |
Menyetir sendiri sepanjang perjalanan |
perkembangan Tapak Wali
Indonesia di Nusantara, dengan menelorkan 41 calon warga, yang dirangkaikan
dengan pewisudahan 2 warga Dan 2 Atas dari komda Buton.
Mobil Fortuner berplat
Polisi DT 1 INA (Dirgantara Tapak Wali Indonesia) melaju kearah timur sulawesi Tengah
tepatnya ke Luwuk Banggai.
 |
Gubes Melayani masyarakat dimanapun |
 |
Situasi pewisudahan |
Dibalik lingkaran Kemudi YM GB H. Azis, BE, SE, MS.c
, sementara disamping kiri duduk ketua Majelis Sabuk Hitam Cabang Kolaka Utara
H. Kadir. Dibangku kedua Ketua Komda sulawesi Tengah Andi Jamil, MMG dan
Penulis, smeentara dibangku belakang Zainudin, MMG pemilik pendepokan beringin
Marowo, dan Akbar, MMG yang selalui menyertai perjalan Guru Besar.
Seperti perjalanan sebelumnya,
tepat jam 19.oo wita mobil dititip di Hotel Ramayana Luwuk, 200 meter dari
dermaga kapal. Setelah makan malam, kami sekita pukul 21.00 kapal meninggalkan
teluk Lalong. Pelayaran terbuka angin utara berhembus membuat laut sedikit
bergelora dengan gelombang kecil saat melintasi pulau peling. Namun hanya
berlangsung sesaat, kembali KM sumber Layar dengan tenang.
 |
Ketua Komda Menjemput di dermaga Talo |
Sekitar pukul Rabu 8.30 WIT
kapal merapat dipelabuhan Talo karena kondisi ombak di Pelabuhan Bobong diibu
kota Maluku Utara (Malut) tidak
memungkinkan untuk berlabuh. Ketua komda, Guru
Biru sudah melambaikan
 |
Kec. Ngele yang akan dikembangkan |
tangan dari dermaga, kopi hangat menyambut kami dengan
beberapa gorengan yang membuka selerah makan. Bongkar muat hampir dua jam dan
kami harus melampui desa ngele tapi kapal tidak membuang sauh, hingga tepat
pukul 12.00 kapal Sumber Raya berlabu di dermaga Kecamatan Lede. 1 mobil picup
sdh siap membawa rombongan Gubes ke Sekretariat Komda di desa Langganu.
Iringan
motor dibelakang mobil cukup panjang.
 |
Ketua Komda mendampingi YM GB H.Azis, BE, SE, M.Sc |
Pewisudahan dimulai pukul
10.30 dengan jumlah wisudahan Dan 1 Dasar 81 warga, dan 2 Menengah 31 Warga dan
dan 2 Atas 1 warga. wisudahan dan 1 dasar sebelumnya berjumlah 41 orang. Diperoleh keterangan warga
setempat, setelah pewisudahan 10 calon sudah mendaftarakan diri, sedang untuk kecamatan
ngele yang akan dibuka tanggal 27 desember sdh siap masuk lapangan sebanyak 40
orang warga. Hal itu dibenarkan oleh ketua komda yang menargetkan sekitar 100
calon yang akan diwisudah pada bulan Maret 2016 yang akan datang.
 |
Pembahasan Umum |
Jumat Pagi kami bertolak ke
Luwuk, kapal harus berlabuh di Dermaga Bobong, dan diberangkatkan lagi pada
pukul 15.00 wita . ABK dan penumpang turun untuk sholat jumat. Jam 4.00 WIB
kapal sudah merapat ke dermaga Luwuk dan kami menuju Hotel Ramayana dimana DT 1
NA siap membawah kami ke Ampana.
Selanjutnya perjalan
panjang masih menungguh kearah Utara Sulwesi melewati kabupaten Parigi Pohuwato
Gorontalo dan Manado. Perjalanan sang mursyid untuk mengembangkan Ilmu Allah
dipermukaan bumi ini.