Jarak bukan satu Hambatan
![]() |
Keraton TWI di Kel. Powasia Kendari |
Kedatang warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara, menuju Padepokan Pusat dikota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam rangka mengikuti peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan pengukuhan Dan 3 Atas, serta penganugerahan gelar Magister Muchtahul Guyube kepada mereka yang telah dikukuhkan merupakan agenda setiap tahun.
Tuntulah
ilmu dari buaian hingga lubang lahat
![]() |
351 warga Dan 3 Atas Tapak Wali Indonesia yang dikukuhkan |
Semua jadi tidak
berarti lagi, dalam pengembaran jiwa yang diikuti langkah kaki, yang tak lagi
menghiraukan tapal batas dan jumlah dentang waktu yang berlalu, menapaki
permukaan alam raya untuk mencari jati diri.
Adam As, adalah manusia
pertama yang menerima amanah Allah, khalifah pertama untuk memakmurkan alam raya, setelah bumi dan langit serta gunung menolaknya memikul amanah
itu.
Manusia adalah makhluk yang dianugerahkan akal pikiran
dan nafsu, seolah berdiri pada dua persimpangan untuk memilih arah, kebaikan
atau keburukan. Anugerah itu disertai pula dengan Ilmu, yang datangnya dari khazanah
kegaiban sang pencipta, yang merupakan navigasi untuk memilih jalan yang baik, untuk meraih rahasia sukses menuju kenikmatan kehidupan dunia
dan akhirat karena ridhaNya semata. Ilmu adalah rahasia, juga sebagai cahaya penerang akal manusia dalam mengarungi
bahtera kehidupan, agar tidak tersesat.
14
abad yang silam nabi besar SAW bersabda “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga lubang
lahat.” Semata untuk dan mengenal diri mengembalikan manusia pada
fitrahnya sebagai mahkluk yang dimuliakan mengapai nikmat kehidupan dunia dan
kehidupan akhirat.
Manusia diantara zaman yang terus bergulir adalah sang
penerus mengemban
Karena malaikat tak mampu memikul amanah, bahkan
sempat berargumen, “untuk apa Adam diciptakan, sementara kami senantiasa
beribadah sujud dan mensucikanmu Ya Rabby?”
Namun
Allah Maha mengetahui apa yang tidak diketahui hamba-hambanya yang sesungguhnya
memiliki kelemahan dan berbagai kekurangan serta keterbatasan. Tak luput malaikat yang sepanjang kehidupan terus sujud
dan memuji dan mensucikan Allah. Kehebatan malaikat dalam beribadah tak
tertandingi, tetapi pada akhirnya sujud setelah menyadari keterbatasannya, setelah
menyadari kelebihan ilmu yang dikaruniakan
kepada Adam As.
Sementara
iblis dilaknat atas pembangkamannya menolak penciptaan Adam As. kelak menjadi
penghuni neraka yang abadi. Esensial pembangkangan iblis karena kesombongannya,
merasa berkuasa karena sebagai mahluk awal diciptakan tak ingin ada yang
melebihinya sehingga merasa hebat dalam segala hal, terutama dalam beriman kepada Allah SWT. Namun
disitulah takdir setiap ciptaannya. Adam manusia pertama diangkat sebagai
halifah bukan malaikat ataupun iblis.
TWI adalah pusat pendidikan dan pelatihan serta
penerapian
Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia yang dikenal dengan singkatan TWI adalah
organisasi Kemasyarakatan yang mendidik dan melatih putra putri Indonesia menjadi
generasi yang tangguh dan setia pada NKRI. Sistimatika pendidikan non formal
dan pelatihan secara berkala merupakan kunci, menjadikan TWI sebagai salah satu
pilar memperkuat ukhuwa insania, memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sesuai yang tertuang pada Pedoman suci yang menjadi rambu-rambu wajib dipatuhi setiap warganya.
Olehnya warga TWI
digodok pada pembentukan mentalitas warganya agar tetap berpegang pada keyakinan
masing-masing. Kesadaran spritual warga TWI terus diasah pada setiap pembahasan
Guru Besar agar menjadikan manusia yang memahami diri sehingga mensyukuri
nikmat yang dianugerahkan Tuhan yang maha segalanya.
Peran penting seorang mursyid
![]() |
Guru Besar Tapak Wali Indonesia |
Perjalanan panjang Yang
mulia Guru Besar sebagai pendiri dan ketua umum Paguyuban Seni Beladiri
Pernapasan Tapak Wali Indonesia, tak pernah lelah menelusuri jalan dan
menyeberangi lautan hanya untuk mempersiapkan anak bangsa agar sehat jasmani dan
rohaninya.
Latihan gerak lapangan
menurut almuqaram, adalah salah satu terapi bagi warga TWI, dimana kesehatan
sangat penting, Karena tubuh yang sehat terdapat pikiran yang cemerang yang dapat
melahirkan ide cerdas berguna bagi diri setiap warga dan orang lain.
Melalui pusat-pusat
pengembangan yang menyebar di 23 provinsi dan 1 negara, Guru Besar terus
menekankan bahwa setiap warga Tapak Wali Indonesia agar selalu mengamalkan pedoman suci serta
teguh pada anggaran dasar, tetap mempertahankan Panca Sila dan UUD tahun 1945,
sehingga kebhinekaan dalam TWI tidak menjadi kendala, dan menghilangkan sekat dalam
internal warga dan peran warga TWI dilingkup masing-masing. Hal ini ditekankan oleh sebab, TWI adalah ormas
yang terbuka bagi umum. Warga TWI harus mampu memaintset cara berfikir kearah
yang positif dalam interaksi kehidupan, agar selalu berada dalam lingkaran
kebaikan dan menjauhi keburukan.
Pengukuhan dan penganugerahan gelar warga dan III atas
![]() |
Pengukuhan Warga Dan 3 Atas degan gelar Magister Muchtahul Guyube (MMG) |
Agenda Tahun Paguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak
Wali Indonesia adalah pengukuhan warga Dan III Atas. Tahun ini seperti biasanya
Momentum peringatan
Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H/tahun 2017 Masehi kali ini digelar
di Gedung Dachtraco Centre Kendari , dirangkaikan
dengan pengukuhan Dan III Atas angkatan ke 9 bagi 351 warga, oleh Yang Mulia Al Muqaram Guru Besar Syekh H.
Azis, BE, SE, M.Sc, MMG dimana kegiatan tersebut dihadiri oleh Muspida Propinsi
Sulawesi Tenggara dan sejumlah undangan dari berbagai kalangan.
Sehari sebelumnya telah dilaksanakan agenda wajib diikuti oleh warga yang
akan dikukuhkan, Gerak Tapak-Tapak pada inti Pengenalan Alam
Ghaib dipimpin oleh Sekjen DPP yang dialokasikan dilapangan PD2T Kendari.
![]() |
Mereka dibalik layar suksesnya kegiatan Pengukuhan |
Pada
acara pengukuhan para wisudan kali ini diambil sumpahnya, yang dipandu oleh Drs. H.M.
Iqbal, M.Ag, sebagai ketua alumni Magister Muchtahul Guyube (MMG) angkatan Ke 9.
![]() |
Sebagian warga TWI Sulteng melawati Jln Trans Sulwesi Morowali Kendari |
Komda
Sulawesi Tengah yang diketuai Andi Jamil, MMG memiliki 4 cabang, masing-masing,
Kabupaten Tojo Una-Una yang diketuai Faruk Mardjun MMG, Kabupaten Donggala diketuai Hasnuni, S.Sos, MMG yang telah
menelorkan 1 warga Dan III Atas, kabupaten Morowali yang diketuai Mursalim MMG,
serta Cabang baru Kabupaten Poso yang diketuai Alqaf Djumpai, SP, MMG.
Jarak bukan halangan
Rombongan warga TWI Komda Sulawesi Tengah menempuh jalan sekitar 900 KM dengan waktu tempuh 24 Jam. dua arternatif yang dapat dilewati, melalui ruas jalan Trans Sulawesi arah Tarengge perbatasan Sulteng Sultra dan Sulsel, maupun jalur Jalan Morowali, kedua jalur itu memiliki tantangan tersendiri bagi pengendara roda empat yang melewatinya.
Perjalanan panjang terlewati hingga memasuki tempat penampungan warga di kraton yang berada dikawasan BTN Powasia, dan beberapa tempat yang sudah
dipersiapkan panitia, termasuk digedung sekretariat DPP terletak di kompleks BTN cempaka
putih, Kelurahan Lepo-lepo kecamatan Baruga kota Kendari.