Selasa, 09 Mei 2017

Pengukuhan Warga TWI Dan 3 Atas Angkatan ke 9 Tahun 2017


Jarak bukan satu Hambatan

Keraton TWI di Kel. Powasia Kendari

Kedatang warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara, menuju Padepokan Pusat dikota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam rangka mengikuti peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan pengukuhan Dan 3 Atas, serta penganugerahan gelar Magister Muchtahul Guyube kepada mereka yang telah dikukuhkan merupakan agenda setiap tahun.




Tuntulah ilmu dari buaian hingga lubang lahat

351 warga Dan 3 Atas Tapak Wali Indonesia  yang dikukuhkan

Semua jadi tidak berarti lagi, dalam pengembaran jiwa yang diikuti langkah kaki, yang tak lagi menghiraukan tapal batas dan jumlah dentang waktu yang berlalu, menapaki permukaan alam raya untuk mencari jati diri.
Adam As, adalah manusia pertama yang menerima amanah Allah, khalifah pertama untuk  memakmurkan alam raya, setelah bumi  dan langit serta gunung menolaknya memikul amanah itu.
Manusia adalah makhluk yang dianugerahkan akal pikiran dan nafsu, seolah berdiri pada dua persimpangan untuk memilih arah, kebaikan atau keburukan. Anugerah itu disertai pula dengan Ilmu, yang datangnya dari khazanah kegaiban sang pencipta, yang merupakan navigasi untuk memilih jalan yang baik,  untuk meraih  rahasia sukses menuju kenikmatan kehidupan dunia dan akhirat karena ridhaNya semata. Ilmu adalah rahasia, juga sebagai cahaya penerang akal manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan, agar tidak tersesat.
14 abad yang silam nabi besar SAW bersabda “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga lubang lahat.” Semata untuk dan mengenal diri mengembalikan manusia pada fitrahnya sebagai mahkluk yang dimuliakan mengapai nikmat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Manusia diantara zaman yang terus bergulir adalah sang penerus mengemban
amanah untuk memakmurkan bumi tempatnya berpijak dan tempat jasadnya dikuburkan.  Mengapa?

Karena malaikat tak mampu memikul amanah, bahkan sempat berargumen, “untuk apa Adam diciptakan, sementara kami senantiasa beribadah sujud dan mensucikanmu Ya Rabby?”
Namun Allah Maha mengetahui apa yang tidak diketahui hamba-hambanya yang sesungguhnya memiliki kelemahan dan berbagai kekurangan serta keterbatasan. Tak luput malaikat yang sepanjang kehidupan terus sujud dan memuji dan mensucikan Allah. Kehebatan malaikat dalam beribadah tak tertandingi, tetapi pada akhirnya sujud setelah menyadari keterbatasannya, setelah menyadari kelebihan ilmu yang dikaruniakan kepada Adam As.
Sementara iblis dilaknat atas pembangkamannya menolak  penciptaan Adam As. kelak menjadi penghuni neraka yang abadi. Esensial pembangkangan iblis karena kesombongannya, merasa berkuasa karena sebagai mahluk awal diciptakan tak ingin ada yang melebihinya sehingga merasa hebat dalam segala hal, terutama  dalam beriman kepada Allah SWT. Namun disitulah takdir setiap ciptaannya. Adam manusia pertama diangkat sebagai halifah bukan malaikat ataupun iblis.
TWI adalah pusat pendidikan dan pelatihan serta penerapian
Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia yang dikenal dengan singkatan TWI adalah organisasi Kemasyarakatan yang mendidik dan melatih putra putri Indonesia menjadi generasi yang tangguh dan setia pada NKRI. Sistimatika pendidikan non formal dan pelatihan secara berkala merupakan kunci, menjadikan TWI sebagai salah satu pilar memperkuat ukhuwa insania, memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesuai yang tertuang pada Pedoman suci yang menjadi rambu-rambu  wajib dipatuhi setiap warganya.
Olehnya warga TWI digodok pada pembentukan mentalitas warganya agar tetap berpegang pada keyakinan masing-masing. Kesadaran spritual warga TWI terus diasah pada setiap pembahasan Guru Besar agar menjadikan manusia yang memahami diri sehingga mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Tuhan yang maha segalanya.
Peran penting seorang mursyid
Guru Besar Tapak Wali Indonesia
Perjalanan panjang Yang mulia Guru Besar sebagai pendiri dan ketua umum Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, tak pernah lelah menelusuri jalan dan menyeberangi lautan hanya untuk mempersiapkan anak bangsa agar sehat jasmani dan rohaninya.
Latihan gerak lapangan menurut almuqaram, adalah salah satu terapi bagi warga TWI, dimana kesehatan sangat penting, Karena tubuh yang sehat terdapat pikiran yang cemerang yang dapat melahirkan ide cerdas berguna bagi diri setiap warga dan orang lain.
Melalui pusat-pusat pengembangan yang menyebar di 23 provinsi dan 1 negara, Guru Besar terus menekankan bahwa setiap warga Tapak Wali Indonesia  agar selalu mengamalkan pedoman suci serta teguh pada anggaran dasar, tetap mempertahankan Panca Sila dan UUD tahun 1945, sehingga kebhinekaan dalam TWI tidak menjadi kendala, dan menghilangkan sekat dalam internal warga dan peran warga TWI dilingkup masing-masing.  Hal ini ditekankan oleh sebab, TWI adalah ormas yang terbuka bagi umum. Warga TWI harus mampu memaintset cara berfikir kearah yang positif dalam interaksi kehidupan, agar selalu berada dalam lingkaran kebaikan dan menjauhi keburukan.
Pengukuhan dan penganugerahan gelar warga dan III atas
Pengukuhan Warga Dan 3 Atas
degan gelar Magister Muchtahul Guyube (MMG)
Agenda Tahun Paguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia adalah pengukuhan warga Dan III Atas. Tahun ini seperti biasanya Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H/tahun 2017 Masehi kali ini digelar di Gedung  Dachtraco Centre Kendari , dirangkaikan dengan pengukuhan Dan III Atas angkatan ke 9 bagi 351 warga,  oleh Yang Mulia Al Muqaram Guru Besar Syekh H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG dimana kegiatan tersebut dihadiri oleh Muspida Propinsi Sulawesi Tenggara dan sejumlah undangan dari berbagai kalangan.  

Sehari sebelumnya telah dilaksanakan agenda wajib diikuti oleh warga yang
Mereka dibalik layar suksesnya kegiatan Pengukuhan
akan dikukuhkan, Gerak Tapak-Tapak pada inti Pengenalan Alam Ghaib dipimpin oleh Sekjen DPP yang dialokasikan dilapangan PD2T Kendari.
Pada acara pengukuhan para wisudan kali ini diambil sumpahnya, yang dipandu oleh Drs. H.M. Iqbal, M.Ag, sebagai ketua alumni Magister Muchtahul Guyube (MMG) angkatan Ke 9.

Sebagian warga TWI Sulteng melawati
Jln Trans Sulwesi Morowali Kendari
Komda Sulawesi Tengah yang diketuai Andi Jamil, MMG memiliki 4 cabang, masing-masing, Kabupaten Tojo Una-Una yang diketuai Faruk Mardjun MMG, Kabupaten  Donggala diketuai Hasnuni, S.Sos, MMG yang telah menelorkan 1 warga Dan III Atas, kabupaten Morowali yang diketuai Mursalim MMG, serta Cabang baru Kabupaten Poso yang diketuai Alqaf Djumpai, SP, MMG.

Rombongan komda Sulteng,
Perbaikan Jalan
Kondisi Ruas Jalan Antara Beteleme Bungku 



Jarak bukan halangan 

Rombongan warga TWI Komda Sulawesi Tengah menempuh jalan sekitar 900  KM dengan waktu tempuh 24 Jam. dua arternatif yang dapat dilewati, melalui ruas jalan Trans Sulawesi arah Tarengge perbatasan Sulteng Sultra dan Sulsel, maupun jalur  Jalan Morowali, kedua jalur itu memiliki tantangan tersendiri bagi pengendara roda empat yang melewatinya.

Perjalanan panjang terlewati hingga memasuki tempat penampungan warga di kraton yang berada dikawasan BTN Powasia, dan beberapa tempat yang sudah dipersiapkan panitia, termasuk digedung sekretariat DPP terletak di kompleks BTN cempaka putih, Kelurahan Lepo-lepo kecamatan Baruga kota Kendari. 


Ketika Kegiatan telah usai
Ketika Berarah Pulang

masing-masing warga yang kembali kedaerah masing-masing, tetap berharap agar bisa hadir kembali pada kegiatan yang sama ditahun 2018 nanti.(samas) 

Sabtu, 25 Maret 2017

PEWISUDAHAN TWI KETIGA MALUKU UTARA


Manakala merah jingga diufuk timur langit mewarnai ujung fajar subuh

perlahan  mulai menyingkap rahasia malam, mempersembahkan 

gugusan pulau diperairan Timur Sulawesi  menjadi fenomena alam 

yang menawan siapa saja yang memandangnya. 

Birunya lautan memanjakan kapal terapung mengarahkan haluan 

ketimur Indonesia, tenang tanpa ombak dan gelombang.

Ikan layar beterbangan disamping buritan kapal ditimpali 

beberapa camar menyambar diatas kilauan air. Menjadi pemandangan 

indah...Itulah perairan Maluku Utara memiliki

Pesisir Laut Kecamatan Lede Kab. P. Taliabo Prov. Maluku Utara
potensi pengambangan 

sektor parawisata. Salah  satu Wilayah destinasi  dikawasan Timur 

Indonesia. Kusimpan kekaguman dalam hati, kesyukuran atas nikmat 

Ilahi atas anugerah lewat  Keindahan Alam.... 

Satu ketika anak cucu akan melangkahkan kakinya disini... 



PERJALANAN MENYERTAI YM. GUBES  TWI KEMALUKU UTARA
Oleh : Sam Asiku, S, Sos, MMG

Seperti pewisudahan 2 kali sebelumnya rombongan Pendiri pembina Umum yayasan KBIH Al. Ichyamud Qarima sekaligus pendiri/ketua umum DPP Paguyuban Seni Bela diri Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) Yang Mulia Guru Besar Syekh H. AZIS, BE, SE, M.Sc, MMG, setelah mewisuda warga TWI dikabupaten Tojo Una-Una, melanjutkan perjalanan kekawasan Timur Nusantara dalam rangka pewisudahan warga TWI Komda Maluku Utara yang diketuai Machdir Biru, MMG.
Mobile Fortune bernomor Polisi DT 1 NA (Dirgantara Tawak Wali Indonesia)
DT 1 NA
meninggalkan Ampana Jumat Siang sekitar pukul 13.30 (Wita).
Menyertai perjalanan kali ini, ketua Komda Sulawesi Tengah Andi Jamil, MMG
Menunggu Pemberangkatan ke Malut
wakil ketua komda Sulteng Sam Asiku, S,Sos, MMG, Ketua majelis sabuk Hitam Kolaka utara H. Abd. Kadir, MMG, dan Akbar, S.Sos, MMG.
Perjalanan kali ini, tidak mengalami kendala, karena tepat melewati ruas jalan Pagimana Poh, Portal penghalang dalam keadaan terangkat, puluhan alat berat berjejer dipingiran jalan saat waktu istirahat.
15 km lagi kota Luwuk, jarum jam menunjuk 18.05 wita, mobil dikemudikan H Kadir memasuki Area SPBU Bunga untuk menambah  BBM serta YM Gubes dan rombonganya melaksanakan sholat Magrib, dimusholah pojok kanan SPBU Bunga.
Kota Luwuk diwaktu Malam
Sebatang rokok telah kumatikan, perjalan dilanjutkan dengan perlahan, seperti biasanya kenderaan memasuki area parkir  Hotel Ramayana yang tak jauh dari pelabuhan kota Luwuk. Front Oficce hotel ini menyambut ramah, karena sudah mengenal baik  mobil dan rombongan YM Gubes.
Perjalan kepelabuhan sekitar 10 menit dari Hotel, kali ini kami  tidak perlu terburu-buru karena kapal akan diberangkatkan pukul 21.00 Wita. Setelah membeli tiket, dan memesan
dua kamar, Kami menikmati makan malam dekat pintu masuk pelabuhan Luwuk
Sebenarnya rencana kapal yang akan kami tumpangi KM Pulau Teratai tetapi jadwal pelayaran pada kamis malam kemarin. Sehingga  malam itu kami menumpangi KM Gracelia. Kondisi kapal lebih baik dari kapal sebelumnya posisi kamar dan ruang kabin cukup luas serta bersih.
Pelabuhan Kecamatan Lede Kab. P. Taliabu Prov. Maluku Utara
Pelayaran sekita 10 sampai 12  jam akan ditempuh menuju pelabuhan Bobong, ibu kota Kabupaten Pulau Taliabo, Provinsi Maluku Utara. Sekitar pukul 07.00 kapal merapat didermaga, ketua Komda Maluku Utara seperti biasanya sudah menyiapkan kopi hangat dan goreng pisang serta sarapan pagi.


Dua pelabuhan lagi yang akan disingahi KM Gracelia sebelum masuk pelabuhan Lede. Tepat pukul 2.30 Puluan Warga sudah menunggu didermaga Lede. Rombongan dijemput mobil milik warga kecamatan Ngele. Sekitar 2 KM menuju Sekretariat Komda Maluku Utara. Banyak warga sudah menunggu menyalami YM Gubes dan rombongannya.
Ramainya penyambutan YM Gubes, seiring dengan kesibukan panitia
Kesibukan di Dermaga
Pelabuhan Bobong
pewisudahan mempersiapkan tempat kegiatan hingga pukul 18.00 wit.  Sabtu malam  11 Maret 2017, menjelang pukul 20.00 wit, warga dan calon warga TWI sudah memadati ruangan pewisudahan. Sekitar 115 warga diwisuda malam ini.
Pewisudah diawali pembahasan umum oleh YM
Pembahasan Umum oleh YM Gubes TWI
Gubes, Sekitar 1.00 wit proses pewisudahan dimulai dari Dan2 Menegah, ketataran dan 2 tas, dilajutkan Dan 1 Dasar naik ke Dan 2 Menengah, diakhiri pewisudahan calon waraga ke tataran dan 1 Dasar. Sekitar pukul 2.15 seluruh prosesi kegiatan selesai. Terpantau pada
Wisudahan Komda Malut
pewisudahan Calon warga, 1 calon adalah anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabo dan seorang dokter  yang bertugas di Ibu Kota Kabupaten.
Rombongan Gubes kembali kesekretariat Komda Maluku Utara, demikian warga TWI, berarah pulang kerumah masing-masing, dan sebagian masih mampir di sekretariat. Sisa waktu sebelum matahari terbit, beberapa masyarakat dan warga TWI menjalani penerapian, yang dipimpin ketua majelis sabuk Hitam H.Abd.Kadir, MMG
Jadwal pewisudahan dibeberap provinsi masih menunggu kedatang YM Gubes.
Wisuda Dan 2 Menengah
Olehnya untuk idak menggagu jadwal yang sudah ditetapkan, kami siang ini harus balik lagi keLuwuk.









Ketua Komda Maluku Bersama YM Gubes TWI
KM Pulau Teratai yang dijadwalkan pukul 7.00 pagi, tepat jam 15.00 wit baru memasuki pelabuhan Lede, berselesih beberapa menit setelah rombongan tiba di pelabuhan. Pelayaran dari pelabuhan Lede  berarah ke Pelabuhan Bobong yang berjarak 1,5 jam pelayaran. Dari pelabuhan ini sekitar pukul 17.00 WIT  kapal angkat jangkar untuk memulai pelayaran menuju Luwuk. Dua kamar yang berAC kami tempati membuat tertidur lelap. Hingga tak terasa pukul 07.15 wita KM Pulau Teratai sudah merapat didermaga Pelabuhan Luwuk.
Beberapa ojek dan kenderaan roda empat menawarkan jasa angkutan, namun
Wisuda Dan 1 Ke Dan 2 Menengah
kami memilih jalan kaki menuju Hotel Ramayana. Sekitar 2 jam kami menikmati kopi hangat dilobi Hotel, mengingat portal diruas jalan Bunga nanti dibuka pada pukul 12.00 siang. Namun lebih cepat kami tiba dipintu masuk sekitar pukul 11.00 Wita, terpaksa rombongan memesan kopi hangat dikios dadakan didekat pintu masuk darurat.
Perjalanan YM Gubes  masih panjang, membelah Jalan Trans Sulawesi menuju Palu, Kabupaten


Ngopi sebelum kembali ke Ampana
Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Pahuwato, Propinsi  Gorontalo hingga Manado Sulawesi Utara.  Perjalan itu masih jauh karena DN 1 NA akan

balik kearah selatan, sebelum YM Gubes kedaratan kalimatan, Sumatera dan Tanah Jawa untuk melaksanakan pewisudahan di Jakarta Utara dan Surabaya.
Ngopi lagi sambil menunggu jalan dibuka di portal Bunga











Pengabdian untuk masyarakat Nusantara mengalahkan lelah dan penat seorang mursyid, yang tak pernah berhenti selama nafasnya masih ada, Insya Allah.












Sabtu, 24 Desember 2016

JEJAK PENGEMBANGAN TWI DI MALUT


              Perjalan kedua kalinya ke Maluku Utara
GURU BESAR TWI

Penampilan biasa saja tapi prestasi sungguh luar biasa adalah kata yang tepat buat ketua komda Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia  Maluku Utara Machdir, MMG. diblantika pengembangan Tapak Wali Indonesia Papa Ari Kriting sering beliau disebut telah meninggalkan jejak pengembaraan dan melahirkan banyak warga dibeberapa tempat seperti batam Bau-Bau kabupaten Sulwesi Tenggara.                

                Laporan : Sam Asiku, S. Sos, MMG

Tiga bulan yang lampau wilayah Maluku Utara telah menoreh sejarah baru 

Menyetir sendiri sepanjang perjalanan
perkembangan Tapak Wali Indonesia di Nusantara, dengan menelorkan 41 calon warga, yang dirangkaikan dengan pewisudahan 2 warga Dan 2 Atas dari komda Buton.
Mobil Fortuner berplat Polisi DT 1 INA (Dirgantara Tapak Wali Indonesia) melaju kearah timur sulawesi Tengah tepatnya ke Luwuk Banggai. 


Gubes Melayani masyarakat dimanapun
Situasi pewisudahan

Dibalik lingkaran Kemudi YM GB H. Azis, BE, SE, MS.c , sementara disamping kiri duduk ketua Majelis Sabuk Hitam Cabang Kolaka Utara H. Kadir. Dibangku kedua Ketua Komda sulawesi Tengah Andi Jamil, MMG dan Penulis, smeentara dibangku belakang Zainudin, MMG pemilik pendepokan beringin Marowo, dan Akbar, MMG yang selalui menyertai perjalan Guru Besar.
Seperti perjalanan sebelumnya, tepat jam 19.oo wita mobil dititip di Hotel Ramayana Luwuk, 200 meter dari dermaga kapal. Setelah makan malam, kami sekita pukul 21.00 kapal meninggalkan teluk Lalong. Pelayaran terbuka angin utara berhembus membuat laut sedikit bergelora dengan gelombang kecil saat melintasi pulau peling. Namun hanya berlangsung sesaat, kembali KM sumber Layar dengan tenang.

Ketua Komda Menjemput di dermaga Talo

Sekitar pukul Rabu 8.30 WIT kapal merapat dipelabuhan Talo karena kondisi ombak di Pelabuhan Bobong diibu kota Maluku Utara (Malut) tidak

memungkinkan untuk berlabuh. Ketua komda, Guru Biru sudah melambaikan
Kec. Ngele yang akan dikembangkan
tangan dari dermaga, kopi hangat menyambut kami dengan beberapa gorengan yang membuka selerah makan.
Bongkar muat hampir dua jam dan kami harus melampui desa ngele tapi kapal tidak membuang sauh, hingga tepat pukul 12.00 kapal Sumber Raya berlabu di dermaga Kecamatan Lede. 1 mobil picup sdh siap membawa rombongan Gubes ke Sekretariat Komda di desa Langganu.
Iringan motor dibelakang mobil cukup panjang.
Ketua Komda mendampingi YM GB H.Azis, BE, SE, M.Sc

Pewisudahan dimulai pukul 10.30 dengan jumlah wisudahan Dan 1 Dasar 81 warga, dan 2 Menengah 31 Warga dan dan 2 Atas 1 warga. wisudahan dan 1 dasar sebelumnya berjumlah 41 orang.  Diperoleh keterangan warga setempat, setelah pewisudahan 10 calon sudah mendaftarakan diri, sedang untuk kecamatan ngele yang akan dibuka tanggal 27 desember sdh siap masuk lapangan sebanyak 40 orang warga. Hal itu dibenarkan oleh ketua komda yang menargetkan sekitar 100 calon yang akan diwisudah pada bulan Maret 2016 yang akan datang.  
Pembahasan Umum

Jumat Pagi kami bertolak ke Luwuk, kapal harus berlabuh di Dermaga Bobong, dan diberangkatkan lagi pada pukul 15.00 wita . ABK dan penumpang turun untuk sholat jumat. Jam 4.00 WIB kapal sudah merapat ke dermaga Luwuk dan kami menuju Hotel Ramayana dimana DT 1 NA siap membawah kami ke Ampana.
Selanjutnya perjalan panjang masih menungguh kearah Utara Sulwesi melewati kabupaten Parigi Pohuwato Gorontalo dan Manado. Perjalanan sang mursyid untuk mengembangkan Ilmu Allah dipermukaan bumi ini.



    

Minggu, 02 Oktober 2016

Rekam Jejak pengembangan TWI di bumi Maluku


Fasilitas perjalanan Rombongan Gubes
Kehidupan adalah sebuah anugerah sekaligus  misteri yang sarat dengan rahasia dimana dimensi perjalan waktu dan perubahan kehidupan tak dapat ditakar dan diprediksikan oleh manusia manapun. Kecuali mereka yang diberi hidayah dan karunia oleh sang pencipta.






Pukul 11.00 wita tanggal 28 September 2016, mobil fortune melaju kearah timur Sulawesi Tengah,
Akbar dan Alimin Persingahan menunggu jalan dibuka
dibelakang lingkaran setir, duduk pendiri dan ketua umum Paguyuban Senibeladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, Yang Mulia Guru Besar Tapak Wali Indonesia al Muqaram H. Aziz, BE, SE, M.Sc,
MMG, ditemani ketua komda TWI Sulteng Andi Jamil, MMG, dibangku kedua saya, Akbar, MMG  serta Alimin.
Bawaan kami dalam perjalan ini terbatas mengingat jalur pengembangan kali ini butuh efisiensi agar memudahkan ruang gerak kami.
Warga TWI di Lede mengantar keberangkatan Gubes dan Rombongannya
Perjalan terhambat karena adanya jadwal buka tutup jalur Trans Sulawesi ruas kecamatan Pagimana dalam pembenahan.  Dekat pintu palang kami mampir disebuah warung yang diberi nama Kali Bosan. Kesempatan solat dan makan super mie sebelum
Pukul 17.00 jalan dibuka kembali. Perjalan kami menuju Kota Luwuk perlahan, hingga pukul 18.00 tiba dikabupaten Banggai. Mobil yang kami Tumpangi dititip di Hotel Ramayana, dan kami berjalan kaki kepelabuhan yang jaraknya hanya 100 meter dari pelabuhan.  Setelah beli tiket kapal dan kami makan malam di RM padang sebelum naik kapal, semua kamar terisi sehingga kami mengambil tempat dilantai dua kapal untuk meluluruskan punggung. Dua warga TWI Alqab Jumpai MMG dan Anang Nugroho dari Ampana yang saat itu beraluwuk  menyempatkan menyelami guru besar, yang beberapa menit kemudia kapal melepas tali. 
KM Sumber  Raya membela laut menuju perairan lepas menuju Kabupaten Taliabo yang baru
Bincang Gubes dgn Warga Kendari dan Ampana Tete di Pel Luwuk
dimekarkan dari kabupaten Induknya, Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara. Pelayaran tenang tanpa ombak dan gelombang hingga tiba di Pelabuhan Bobong ibu Kota Kabupaten Taliabo. Kami dijemput Oleh Ketua Ketua Komda Maluku bapak Machdir, MMG.
Dipelabuhan Bobong kami harus menunggu beberapa jam karena kapal menurunkan penumpang dan muatan. 1 jam kemudian kami melajudkan pelayaran menuju pelabuhan Lede yang menjadi tujuan kami.
Pewisudahan Warga dan 2 Menengah dan dan 2 Atas
Pelabuhan Lede hanya ada dermaga tanpa ditunjang inprastruktur layaknya sebuah pelabuhan. Beberapa penjual asongan  mengelar jualan dibawah pohon demikian halnya penumpang yang menunggu pemberangkatan kapal.





Perjalan kepusat Lede sekitar 2 KM, kami menumpang Mobil Hi Lux Open, yang disiapkan ketuia
Pembahasan oleh YM Gubes Malam kedua di Lede
Komda Maluku, beberapa calon warga yang menyemput guru besar mengikuti dengan motor.  Kondisi jalan sangat memprihatinkan karena banyak ruas  yang rusak. Informasi yang diperoleh dari warga setempat listrik yang menerangi desa sudah 2 tahun tidak berpungsi, sementara listrik desa dijadwalan antrian 2 malam menyala 1 malam padam. Kondisi Jalan lingkungan dari informasi yang di[peroleh dibeton melalui swadaya masyarakat. Namun masyarakat optimis kedepan kondisi desa dan masyarakatnya akan meningkat mengingat  adanya tambang nikel diwilayah tersebut.
Calon warga TWI Lede yang diwisuda
Pewisudahan yang digelar di salah satu sekolah didesa Lede, berjumlah 40 Orang , dan 1 Ke Dan 2 menengah 2 orang  serta Dan  2 atas 1 orang.
Seharusnya besoknya kami harus kembali namun jadwal kapal pada hari kamis kosong maka malam itu diisi kembali dengan pembahasan oleh Yang Mulia Guru besar.




Jumat Pagi kami sudah menuju pelabuhan menunggu kapal, Situasi pelabuhan saat itu cukup ramai
Foto berdua Ketua Komda TWI Maluku
karena adanya penjemputan jemah Haji. kapal yang akan kami tumpangi bersandar didermaga beberapa jam kemudian. Perjalan pulang
Foto bersama dgn warga TWi Lede sebelum stomp kapal berbunyi 3 kali
lebih baik, karena kami mendapat kamar dilantai    3 Km Sumber jaya, tengah malam sedikit guncangan ombak, hingga pajar subuh kapal merapat didermaga Luwuk. Kami memesan kopi hangat di Hotel Ramayana sebelum kembali ke Ampana.

Rekam jejak perjalanan Yang Mulia Guru besar Tapak Wali Indonesia belum berakhir masih ribuan km akan dilalui, menuju Manado sambil mewisudah calon warga dan warga di beberapa tempat seperti dikabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Pohuwato dan dan berujung di Manado. Ribuan km lagi akan dilalui menuju kendari,
Saya menikmati Senja dipesisir pantai Lede Maluku Utara
namun perjalan itu menjadi nikmat bagi Yang Mulia Guru besar menemui murid-muridnya sepanjang perjalannya.

Rekam Jejak pengembangan TWI di bumi Maluku


Fasilitas perjalanan Rombongan Gubes
Kehidupan adalah sebuah anugerah sekaligus  misteri yang sarat dengan rahasia dimana dimensi perjalan waktu dan perubahan kehidupan tak dapat ditakar dan diprediksikan oleh manusia manapun. Kecuali mereka yang diberi hidayah dan karunia oleh sang pencipta.






Pukul 11.00 wita tanggal 28 September 2016, mobil fortune melaju kearah timur Sulawesi Tengah,
Akbar dan Alimin Persingahan menunggu jalan dibuka
dibelakang lingkaran setir, duduk pendiri dan ketua umum Paguyuban Senibeladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, Yang Mulia Guru Besar Tapak Wali Indonesia al Muqaram H. Aziz, BE, SE, M.Sc,
MMG, ditemani ketua komda TWI Sulteng Andi Jamil, MMG, dibangku kedua saya, Akbar, MMG  serta Alimin.
Bawaan kami dalam perjalan ini terbatas mengingat jalur pengembangan kali ini butuh efisiensi agar memudahkan ruang gerak kami.
Warga TWI di Lede mengantar keberangkatan Gubes dan Rombongannya
Perjalan terhambat karena adanya jadwal buka tutup jalur Trans Sulawesi ruas kecamatan Pagimana dalam pembenahan.  Dekat pintu palang kami mampir disebuah warung yang diberi nama Kali Bosan. Kesempatan solat dan makan super mie sebelum
Pukul 17.00 jalan dibuka kembali. Perjalan kami menuju Kota Luwuk perlahan, hingga pukul 18.00 tiba dikabupaten Banggai. Mobil yang kami Tumpangi dititip di Hotel Ramayana, dan kami berjalan kaki kepelabuhan yang jaraknya hanya 100 meter dari pelabuhan.  Setelah beli tiket kapal dan kami makan malam di RM padang sebelum naik kapal, semua kamar terisi sehingga kami mengambil tempat dilantai dua kapal untuk meluluruskan punggung. Dua warga TWI Alqab Jumpai MMG dan Anang Nugroho dari Ampana yang saat itu beraluwuk  menyempatkan menyelami guru besar, yang beberapa menit kemudia kapal melepas tali. 
KM Sumber  Raya membela laut menuju perairan lepas menuju Kabupaten Taliabo yang baru
Bincang Gubes dgn Warga Kendari dan Ampana Tete di Pel Luwuk
dimekarkan dari kabupaten Induknya, Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara. Pelayaran tenang tanpa ombak dan gelombang hingga tiba di Pelabuhan Bobong ibu Kota Kabupaten Taliabo. Kami dijemput Oleh Ketua Ketua Komda Maluku bapak Machdir, MMG.
Dipelabuhan Bobong kami harus menunggu beberapa jam karena kapal menurunkan penumpang dan muatan. 1 jam kemudian kami melajudkan pelayaran menuju pelabuhan Lede yang menjadi tujuan kami.
Pewisudahan Warga dan 2 Menengah dan dan 2 Atas
Pelabuhan Lede hanya ada dermaga tanpa ditunjang inprastruktur layaknya sebuah pelabuhan. Beberapa penjual asongan  mengelar jualan dibawah pohon demikian halnya penumpang yang menunggu pemberangkatan kapal.





Perjalan kepusat Lede sekitar 2 KM, kami menumpang Mobil Hi Lux Open, yang disiapkan ketuia
Pembahasan oleh YM Gubes Malam kedua di Lede
Komda Maluku, beberapa calon warga yang menyemput guru besar mengikuti dengan motor.  Kondisi jalan sangat memprihatinkan karena banyak ruas  yang rusak. Informasi yang diperoleh dari warga setempat listrik yang menerangi desa sudah 2 tahun tidak berpungsi, sementara listrik desa dijadwalan antrian 2 malam menyala 1 malam padam. Kondisi Jalan lingkungan dari informasi yang diperoleh dibeton melalui swadaya masyarakat. Namun masyarakat optimis kedepan kondisi desa dan masyarakatnya akan meningkat mengingat  adanya tambang nikel diwilayah tersebut.
Calon warga TWI Lede yang diwisuda
Pewisudahan yang digelar di salah satu sekolah didesa Lede, berjumlah 40 Orang , dan 1 Ke Dan 2 menengah 2 orang  serta Dan  2 atas 1 orang.
Seharusnya besoknya kami harus kembali namun jadwal kapal pada hari kamis kosong maka malam itu diisi kembali dengan pembahasan oleh Yang Mulia Guru besar.




Jumat Pagi kami sudah menuju pelabuhan menunggu kapal, Situasi pelabuhan saat itu cukup ramai
Foto berdua Ketua Komda TWI Maluku Bpk Machdir, MMG
karena adanya penjemputan jemah Haji. kapal yang akan kami tumpangi bersandar didermaga beberapa jam kemudian.
Perjalan pulang
Foto bersama dgn warga TWi Lede sebelum stomp kapal berbunyi 3 kali
lebih baik, karena kami mendapat kamar dilantai    3 Km Sumber jaya, tengah malam sedikit guncangan ombak, hingga pajar subuh kapal merapat didermaga Luwuk. Kami memesan kopi hangat di Hotel Ramayana sebelum kembali ke Ampana.

Rekam jejak perjalanan Yang Mulia Guru besar Tapak Wali Indonesia belum berakhir masih ribuan km akan dilalui, menuju Manado sambil mewisudah calon warga dan warga di beberapa tempat seperti dikabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Pohuwato dan dan berujung di Manado. Ribuan km lagi akan dilalui menuju kendari,
Saya menikmati Senja dipesisir pantai Lede Maluku Utara
namun perjalan itu menjadi nikmat bagi Yang Mulia Guru besar menemui murid-muridnya sepanjang perjalannya.