410 Warga Tapak Wali Indonesia dikukuhkan
Magister Muchtahul Guyube bukan akhir sebuah perbuatan baik
Gerak dan terus bergerak mengolah
nafas dan raga, tak terasa keringat membasahi sekujur tubuh merupakan ikhtiar
menuju kesembuhan dan mencapai tubuh yang sehat rohani dan jasmani.
Puluhan kali Purnama menyebar aroma malam yang
indah, kadang dalam gerimis dan ditengah tirai hujan terus tekun dalam mengeloh
hati cipta rasa yang memikat, hingga waktu berganti tahun, bukan ke-sia-sia-an
belaka bagi warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan yang berpusat diKendari Sulawesi
Tenggara, menuju tataran akhir Dan 3 Atas.
Jejak Kata : Sam Asiku/Sekretaris Umum Komda Sulteng
“Bahwa tugas Manusia mempersiapkan akhiratnya dan tugas sang pencipta
menyiapkan berbagai kebutuhan ciptaanya
dihamparan alam raya tanpa kekeliruan sedikitpun”
Tataran demi tataran dijalani, adalah titik
nikmat terhubung menjadi garis lurus
kehidupan terproses melalui rangkain suara
dan perkataanNya pada program Penguatan Pendidikan Karakter Yayasan Al Azizu Tapak Wali Indonesia. Sebagai jawaban atas
pertanyaan kalbu, kemana dan dimana nikmat sesungguhnya itu adalah inti
kehidupan sebagai insan manusia yang diberi amanahNYa. Mengolah rasa memicu peningkatan kesadaran
hakiki, memfokuskan padang, hingga mindset yang berproses tanpa terasa,
perlahan tetapi pasti mengembalikan jati diri. Kesiapan berjihad menaklukan musuh besar hawa nafsu angkara murka yang
tumbuh liar dihati yang kering kerontang.
Kepekaan terjadi melalui proses
latihan adalah satu cara membentuk jiwa raga manusia selalu waspada dan
diingatkanNya disetiap menghadapi ancaman nyata maupun tak nyata. Kemampuan mengolah rasa
akan meningkatkan kesadaran emosional, intelektual serta spritual, adalah
bagian penting dalam
menata kesadaran hakiki manusia yang mengenal dirinya, dari mana dan kemana
akan kembali, dengan demikian tak ada waktu yang sia-sia dalam mengagungkan dan
menghadirkan kebesaranNya , bahwa ternyata manusia hanyalah setitik nikmatNya.
“ Kemilau mutiara tidak hilang hanya karena dibenam dalam lumpur
hitam sekalipun ”
 |
Bersama Ketua Pertimbanagn DPP H. Ali |
Awal medio Juli dari 27 Provinsi
dan satu negara Malaysia berarah provinsi sultra tepatnya ke kota Kendari, dalam mengikuti serangkaian kegiatan pengukuhan
Dan 3 Atas dan penganugerahan Megister Muchtahul Guyube bagi 410 warga Paguyuban
Senibeladiri pernapasan Tapak Wali Indonesia.
Kegiatan digelar tahun ini adalah
yang ke 11 kalinya, adalah momentum
mengikat tali persatuan dan kesatuan
warga RI dilingkup warga Tapak Wali Indonesia, yang menyebar diberbagai
pelosok nusantara, Bertemu dan
bercengkraman dalam lingkaran suasana persaudaraan tanpa sekat budaya dan adat masing-masing.
Provinsi Gorontalo adalah komda termuda hadir
dengan 14 Warga calon magister, mereka insan pilihan yang menyerahkan
semua pada keputusan dan kebesaraNya,
atas waktu dan tugas yang ditinggalkan selama mengikuti kegiatan
dikendari.
Pada saat seperti itu ...betapa
penting merepleksikan dalam jiwa tentang tanggung jawab dan pengabdian seorang
guru seperti dicontohkan guru besar, terus bergerak dan diperjalankan mendatangi
murid-muridnya dimanapun berada.
Lantas...dimana alasan yang memberatkan langkah
menerima undangannya, hanya karena kesibukan duniawi dan alasan keterbatasan waktu?...
“ Kemana magfirahnya ditempatkan kalau tak ada hilaf dan salah
seorang hamba?”
Perlu merenungkan kembali perjalan
kehidupan diantara nafas keluar masuk silih berganti, membangun kesadaran atas kehilafan dan
kesalahan, sesungguhnya Tuhan YME memiliki sifat maha maha pengampun dan maha
pengasih, atas taubatan nasyuha hambanya yang kembali kejalanNya.
Kehadiran di Kendari bukan sekedar
ingin mendapatkan perubahan pakain dari hitam menjadi hijau, atau samer merah
sebagai tanda anggota majelis sabuk hitam. Tetapi kedatangan adalah implementasi
keyakinan dan kepastian prinsip seorang warga Tapak Wali Indonesia menerima
anugerah dan amanah keguruan setelah menyandang
Magister Muchtahul Guyube (MMG) selanjutnya dapat mengambil peran penting dalam
kehidupan ditengah-tengah masyarakat yang dilanda berbagai persoalan sosial yang sewaktu-waktu dapat
memicu persoalan yang mengakibatkan terbelahnya
NKRI, dan hal itu tak boleh terjadi...!
"Bergurulah pada perbuatan baik dari pada pembenaran perkataan baik yang pernah diwujudkan"
Oleh karena itu, ditegaskan pemimpin
Umum DPP YM Guru Besar Al Muqarram H. Azis, BE, SE. M.Sc, MMG, setiap MMG wajib mentaati
6 butir pedoman suci dan selalu berpengang teguh pada AD/ART yang berlandaskan
Pancasila dan UU 1945. Serta mampu mengimplementasikan visi dan misi Tapak Wali
Indonesia berjalan pada relnya, sehingga
dengan demikian nama baik pengurus,
warga serta organisasi kemasyarakat Tapak Wali Indonesia tetap terjaga dan dapat
memberi konstrubusi pada masyarakat sekitar dan NKRI.
"Membina silaturrahim berbalut kata yang lembut adalah satu cara menepis kesepian hati "
Mewujudkan harapan itu, setiap warga Tapak Wali Indonesia perlu memahami
maksud dan tujuan didirikan Tapak Wali Indonesia didalam rangka meningkatkan kualitas moral.
diantaranya membela, mengamankan, menghayati dan
mengamalkan Pancasila, (prilaku yang
baik dan jujur).
Membela dan mempertahankan Undang - Undang Dasar
Republik lndonesia Tahun 1945 secara
murni & konsekuen, (Senantiasa
Mendirikan Kebenaran )
Menggembleng setiap putra- putri lndonesia
menuju kesempurnaan kesehatan baik jasmanlah & rohaniah. (Memiliki sifat
sabar dan ikhlas / wara)
Menata kehidupan sejahtera lahir & Batin, (Memiliki
sifat Rendah Diri / Tawakkal)
Mengutamakan Persatuan & Kesatuan Bangsa
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI) tanpa membedakan Agama,
golongan dan ras, (Senantiasa meningkatkan cinta kasih & sayang, saling
hormat menghormati)

Peran penting pengurus dan warga Tapak Wali Indonesia memiliki
kemampuan mendidik dan melatih keterampilan bagi warga dalam interaksi olahraga Beladiri guna mempertahankan
diri dari segala bentuk serangan baik fisik maupun non fisik.
Mendidik atau membina pemahaman tentang ilmu sifat (jiwa)
dan kerohanian (Af’al) da!am cinta kasih dan sayang
kepada sesama mahluk ciptaan Allah SWT menuju manusia yang seutuhnya (Halifah Allah)
di muka bumi.
Setiap warga Tapak Wali berkewajiban
menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat, serta menyiapkan diri ikut
membela Negara bersama Tentara Nasional
Indonesia dan Polisi Republik lndonesia dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik
lndonesia. Dengan ikhlas mengadakan dan turut serta
membantu Pemerintah dalam kegiatan Bakti
Sosial.
lkut serta membina remaja agar
menjadi remaja yang baik dan handal
dalam mengabdikan dirikepada
Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI).
Kesiapan fisik dan mental
mutlak dalam membantu pemerintah
dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat. Turut serta mengurangi tindakan kejahatan
kriminal seperti pengedaran dan
pengunaan obat-obat terlarang, miras,
judi atau kegiatan-kegiatan lain
meresahkan masyarakat yang bertentangan dengan agama, permerintah. Turut
serta membantu menciptakan
ketertiban umum di lingkungan masing-masing.
Mencapai hal itu dibutuhkan
keseriusan bagi setiap warga agar terus berlatih serta menghayati kepribadiannya
selaku warga Tapak Wali Indonesia...Insha Allah!
"Pertemuan akan selalu diakhiri
perpisahan meskipun perpisahan itu untuk jumpa kembali karena kerinduan hati"
15 Juli seluruh rangkaian
pengukuhan tahun 2019 telah selesai...saatnya peserta kembali menelusuri jalan pulang
dan diharapkan pada tahun 2020 dapat berkumpulkan kembali dalam kegiatan serupa
yang dirangkaikan dengan Musyawah Nasional ke 3 Paguyuban Seni beladiri
pernapasan Tapak Wali Indoneia yang dinaungi oleh Yayasan AlAzizu Tapak Wali
Indonesia...
Akhirul kalam jadilah insan manusia yang diberi kuasa, bukan mengejar kekuasaan...sesungguhnya ketenangan jiwa bertahta disana, sehingga kesejukan hatimu bisa membuat orang lain tersenyum bahagia...(PS)