Senin, 28 Agustus 2017

AJANG SANA KEPANTI ASUHAN ADALAH WUJUD KEPEDULIAN



Himpitan kehidupan yang diliputi kebimbangan semakin mendera, mengarah masa depan  tanpa arah dan tujuan,  kepada siapa harus mengadu?
Ayah dan bunda telah tiada, hidup dirundung duka hampa tanpa kasih sayang. 
Nasib anak yatim piatu adalah ujian bagi mereka yang memiliki keberuntungan dalam kehidupannya, mampukah berbagi rezeki? 
Doa anak yatim piatu akan menembus langit bahkan dapat meruntuhkannya.

Catatan  : Paman Sam dari Serambi Medinah

Sekilas tentang Paguyuban Seni Beladiri Pernapsan Tapak Wali Indonesia dikenal dengan (TWI). Twi adalah organisasi kemasyarakatan,  yang berorintasi pada pendidikan mental spritual, dan penerapian.  Didirikan  tahun 2015 oleh , Guru Besar Yang Mulia Al Muqaram H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG TWI sudah berkembang di 23 Provinsi dan 2 negara

Penerapian TWI merupakan pengobatan arternatif tanpa pemungutan biaya mulai mendapat respon dari masyarakat luas.
Tak hanya sebatas penerapian tetapi program pelatihan gerak pernapasan dikemas secara sistimatis adalah langkah penyembuhan hingga penyehatan bagi masyarakat yang sudah mengikuti program pelatihan dilapangan. 
Perkembangan lapangan semakin pesat, karena telah memberi efek positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. menurut pengakuan Bpk Arifin warga TWI lapangan di Kompleks Mesjid At Taubah Kelurahan Wumialo yang menderita stroke ringan, hanya 2 kali ikut gerak, sudah normal kembali. "Yang penting kita serius dan disiplin mengikuti petunjuk pelatih" Ujarnya. Secara umum, Olah gerak pernapasan TWI memberi efek pada kelancaran aliran darah disekujur tubuh, penumpukan  toksin dan  lemak akan berkurang yang  berdampak positif pada peningkatan kesehatan  pasien. 


Aliran darah yang baik sangat berpengaruh pada kinerja syaraf yang bermuara pada organ tubuh yang fital manusia seperti jantung, paru-paru dan otak. Sehingga dengan berfungsinya syaraf dan aliran darah tersebut akan memicuh cara fikir yang jernih dan sehat serta mendatangkan perasaan yang tenang dan damai untuk melahirkan ide cemerlang serta bertambahnya kepekaan seseorang, serta meningkatnya kesadaran spritual.

Pewisudahan
Pendidikan moral dan spritual melalui pembahasan Guru Besar Yang Mulia Al Muqaram H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG adalah bagian utama pada Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia. Selain program pelatihan gerak pernasapan. 
Pembasahan pada setiap tataran di TWI membuka cakrawala berfikir bagi setiap warga TWI. Dimana Guru Besar pada setiap nasehatnya menitik beratkan,  pada setiap warga TWI selalu berprilaku baik ditengah masyarakat, karena perbuatan baik itu  bernilai ibadah. 

Giat salah satu lapangan di Kota Gorontalo
Hampir setahun keberadaan Paguyuban Seni Beladiri Tapak Wali Indonesia di Kota Gorontalo, dipenghujung tahun 2017 semakin pesat pertumbuhannnya, indikator ini terlihat berdirinya beberapa lapangan dan meningkatnya jumlah warga TWI.


Gerak Lapangan
Pengembangan Tapak wali tidak sebatas pada latihan gerak badan dan pengolahan pernapasan semata tetapi juga menjadi sarana pendidikan non formal dalam upaya pembinaan metal spritual warganya.

Tantangan global adanya perkembangan zaman semakin cangih, jenis makan variatif dan instan yang memicu pertumbuhan berbagai penyakit adanya zat kimia bahan pengawet, yang dapat mengorogoti tubuh manusia yang rentan karena lemahnya kekebalan tubuh. Tapak Wali Indonesia tampil dengan konsep penerapian gratis pada masyarakat. 
Ajang Sana Kepanti Asuhan
Penyerahat bantuan di Pantiasuhan Al Ikhlas
Ide cerdas lahir dari hati warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) Gorontalo Minggu (26/8) melakukan anjangsana kepanti asuhan Al Ikhlas diKecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo dan Pantii Asuhan Hasanah dikecamatan Suwawa kabupaten Bonebolango. Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 2017 serta rangkaian kegiatan peringatan Hari Prokramasi RI ke 72.

Kegiatan yang bertema kepedulian dalam berbagi rasa mendapat sambutan baik dari pengelolah kedua pati asuhan tersebut. Pada acara serah terima distribusi bahan makan di Panti Asuhan Alikhlas Limboto, warga Tapak Wali Indonesia disambut dengan doa dan puji-pujian bagi Rasullah. Yang diawali lantunan ayat AL Quran, tanpa terasa air mata warga berlinang, semua tertekun larut dalam salawat nabi yang dilapazkan sekitar 50 santri puteri yang diasuh pengurus yang diketuai Hj. Hadidjah Manan.

Ketua 2 Bidang Pengembangan Sarfin Saipi dalam sambutannya menyambut gembira atas penerimaan rombongan ajangsana Tapak Wali Indonesia di Panti asuhan tersebut. Ia mengatakan bantuan ini sangat kecil artinya. Namun yang menjadi tujuan adalah niat baik dalam berbagi rasa, momentum menyambut Hari Raya Idul Adha. Menurutnya Tapak Wali Indonesia merupakan Ormas kemasyarakatan, yang tumbuh di kota Gorontalo masih relatifmuda, tetapi akan terus melakukan upaya maksimal berperan aktif ditengah-tengah masyarakat Gorontalo. Kegiatan yang berakhir hingga petang, telah memberi arti tersediri pada warga Tapak Wali Indonesia Gorontalo.   (***)





Sabtu, 26 Agustus 2017

Pengembangan TWI di Provinsi Gorontalo

Perjalanan pengembangan Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia,  dibelahan bumi Nusantara,  bahkan sudah melebar pada dua negara semakin pesat  karena mendapat respon masyarakat.
Organisasi kemasyarakat Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, telah mengambil peran penting didalam mempersiapkan warganya menjadi anak bangsa yang selalu  menjujung nilai persatuan dan kesatuan yang mengedepankan akhlak dan sopan santun didalam beragama, bernegara dan bermasyarakat.
Akhir pekan kemarin  Guru Besar  Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak
Gubes TWI dalam sebuah perjalanan
Wali Indonesia Syehk Almuqaram H. Azis, BE,SE, M.Sc, MMG baru saja mewisuda warga di DKI Jakarta dan Kota Surabaya.
Catatan : Paman Sam dari kota serambi Madinah
Provinsi Gorontalo yang dijuluki serambi Medinah adalah daerah bagian pengembangan baru, yang digagas oleh Ketua Komda Sulawesi Tengah Andi Jamil, MMG, 
Hingga saat ini, Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia sudah membuka 3 lapangan gerak di Kota Gorontalo dan 1 lapangan di Kabupaten Gorontalo serta 1 lapangan di Kabupaten Pohuwato.

Adha
Tapak Wali Indonesia yang dikomandoi Adha, SE putera  Bone Sulawesi Selatan, memiliki talenta dan  tangan dingin untuk menatah menejemen Organisasi Tapak Wali Indonesia yang diamanatkan kepadanya.
Menurutnya kesehatan adalah prasyarat mutlak seseorang untuk dapat melaksanakan berbagai aktifitas maupun ibadah dalam kehidupan bermasyarakat. Olehnya keberadaan TWI menjadi hal yang manarik bagi masyarakat setempat sehingga memutuskan bergabung mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Tapak Wali Indonesia.
dibagian lain pernyatannya, ia mengungkapkan pengalamannya pada awalnya merasakan adanya tantangan untuk meletakan pondasi yang kokoh  Organisasi tersebut. Apalagi waktu itu masih  baru menyandang Dan 1 Dasar, ia bingung dan terus mencari langkah kongkrit serta  formulasi
yang tepat guna meyakinkan serta  membangun pemahaman  TWI dihati masyarakat. “Sebagai warga baru di Tapak Wali Indonesia, kami mengalami berbagai kesulitan dalam pengembangan organisasi, alhamdulillah adanya penerapian cuma-cuma pada masyarakat, menjadi titik awal timbulnya   semangat dan percaya diri saya.”Penerapian adalah salah satu langkah yang tepat, sebagai daya dorong semangat kami bersama jajaran pengurus lain dalam upaya terus melebarkan sayap TWI didaerah Provinsi Gorontalo.  “Alhamdulillah saya sendiri sangat merasakan manfaat dan nikmatnya” Ujar Adha.
Ketua 1 Bidang Pembinaan Ronny Suwatan, mengatakan selain
melakukan beberapa berbagai aktifitas  rutin TWI berupa latihan gerak dan penerapian gratis pada masyarakat, juga selalu melakukan koordinasi sesama pengurus untuk menjaga sinergitas dan harmonisasi didalam membangun  presepsi yang sama dalam rangka mengembangkan TWI di Gorontalo.
Bulan ini  TWI Cabang Gorontalo  momentum  HUT RI ke 72 kami rangkaikan dengan kegiatan  menyambut Hari Raya Idul Adha, mengagendakan bhakti sosial, “hari ini Minggu (26/8) TWI Cabang Gorontalo akan melaksanakan ajangsana didua panti asuhan untuk mendistribusi bantuan bahan makanan, dan program lainnya adalah pemotongan hewan kurban, Insya Allah kedepan hal yang sama akan kami upayakan". Ungkapnya
Syafrin Saipi
Sementara Ketua 2 bidang pengembangan Safrin Saifi mengatakan, optimis Tapak Wali Indonesia akan diminati warga masyarakat Gorontalo. hal ini dibuktikan bebeapa permintaan untuk membuka lapangan baru dibeberapa wilayah kerja cabang Gorontalo. Pencapaian ini menurutnya, selain muatan program kerja pengurus tepat sasaran, juga  adanya  harmonisasi dalam internal pengurus. “ oleh sebab itu,  menyikapi beberapa saran masyarakat untuk membuka lapangan baru, saya dan jajaran pengurus sudah sepakat dan telah mempersiapkan titik pengembangan dibeberapa kabupaten sekitar kota Gorontalo.” jelasnya
Faruk Oktawijaya
Menyikapi pernyataan Safrin Saipi, Ketua 3 bidang Pelatihan Faruk Oktawijaya, mengatakan menindak lanjuti upaya yang dilakukan ketua 2 dan jajarannya. 
Kaitannya dengan rencana target pembukaan  lapangan baru, pihaknya terus mempersiapkan pelatih yang akan diterjunkan dibeberapa titik lapangan yang sudah dievaluasi. "Langkah strategis sudah sampai pada pembuatan schedule dan jadwal latihan, bahkan kami sudah menyelenggarakan TOT guna menyeragamkan pola pelatihan dalam rangka mempertahankan keaslian gerakan  TWI berdasarkan panduan yang ada, hal ini kami lakukan guna menghindari kendala, terjadinya perbedaan dan multi tafsir terhadap penerapan latihan gerak dilapangan. Tandasnya 




Selasa, 18 Juli 2017

Titian kasih antara Mursyid dan muridnya


Maqam Mursyid  pada kedalaman ilmunya dan kedudukan murid pada  kedangkalan pengetahuannya, dipisahkan tabir pemisah diliputi kabut rahasia, namun manakala  kuasa illahi berkehendak maka benang akan lurus terbentang mampuh menembus kepekatan bathin murid yang merindukan berenang disamudera Ilmu ghaibillah, pelantaran sang Mursyid
Pada maqam kemuliaan sang mursyid,  tutur dan nasehat bijak menjadi bernilai dan bermakna dalam menguraikan ilmu pada setiap bermajelis. IzinNya pula insan manusia yang dirahmati  mampu menyentuh dan menyingkap tabir rahasia yang datangnya dari  khazanah kegaiban rahasia  yang dibalut rahasia itu sendiri..
Mursyid dan Murid  adalah satu cermin yang  saling memantulkan keindahan dan kebajikan hati, hingga mampu memahami kata yang  tak terucap. Disini dapat didifinisikan makna perbuatan hati, keihklasan pembawa dan penerima amanah.   Tautan jiwa dalam ridhanya akan merentang  titian panjang membangun manusia yang sesungguhnya. Hingga dapat menyentuh hakekat Ilmu kehidupan, yang selalu mengikuti pemiliknya kemanapun dia melangkah. Saat mana, ilmu bukan lagi tulisan atau bacaan tetapi...ingatan.”
Kerinduan dalam sua  mengalunkan lagam bahasa nasehat sang mursyid, bahwa mengelolah bukan untuk dirinya sendiri, tetapi tertuju pada zatullah. Rentang waktu yang lima, diisi perbuatan kebaikan dan ibadah yang tak pernah putus. Selalu bernafas dengan nafas Allah, semakin bermakna, dibarengi perbuatan dzahir, yang terus menempah dan mempoles muridnya, agar menjadi titik-titik cahaya yang yang akan menerangi permukaan alam raya dan alam semesta.

Dalam diam tak perlu lagi bertanya, karena jawaban sudah ada dalam ketetapan,  sang pemberi nikmat. “barang siapa mengajarkan ilmu Allah satu huruf saja, maka ilmu itu akan bertambah dan terus datang tak putus-putusnya.”

Dalam diam tak perlu berkata lagi, karena ternyata kekuasaan yang mutlak tak dapat dirubah, yang dapat  menggerakkan isi alam semesta tanpa tindak lisan dan tulisan. Mengapa tiram bisa bergetar? Jawaban didalamnya ada mutiara, disitu pula ada hidup yang bersemayan kehidupan yang tak mengenal arti kematian...

Perjalanan  sang mursyid tak lagi terukur dan berbatas jarak dan waktu, hanya untuk menyampaikan kebaikan.  Menjadi sebuah renungan kalbu, hingga lebih tekun mengkaji bait-bait kata, yang mampu  membuat alam ini tenang dan damai. Cara itu adalah cara merawat, agar benang batin ini jangan sampai kusut dan putus. Dibaliknya, kelam dan kegelapan akan  menghadang  dalam kesia-siaan manakala  lenyapkan bentang yang pernah ada,
Jika dikiaskan, sesungguhnya manusia hanya sebuah titik, diantara hamparan pasir ditepian pantai. Saya hanya manusia biasa, dengan kuasaNya pula, sepercik cahaya perlahan membelah gelapnya hati. Namun cemas dan kekuatiran terjawab dalam tutur kata lembut sang mursyid “ lebih indah dan syahdu menyalakan  lilin dari pada mengutuk kegelapan. Sebab dalam gelap kita  masih bisa melihat, kilauan berlian yang cacat setelah ditempah, dan ternyata masih lebih indah dari pada batu biasa.”
Mursyid dalam maqam kemuliaannya...

Tak pernah melukiskan keindahan surga, dan pedihnya kobaran api neraka, namun lebih memperkokoh  keyakinan serta  mengukir jejak menuju Rabby, tujuan akhir meraih ridhaNya. Disitu penting ilmu untuk memilih dua persimpangan kehidupan, kebaikan atau keburukan. Dua jalan  diciptakan untuk menguji tingkat  keyakinan manusia adanya kekuasaan Rabby...yang Maha Raja. (Sang Pengembara)

Gerak Perdana Lapangan TWI Kota Gorontalo


Warga Lapangan 2 TWI At Taubah

Pasca pewisudahan Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia di Kota Gorontalo, khususnya Lapangan 2 "At Taubah" akan membuka kembali lapangan  masa pelatihan gerak dan penerapian masyarakat mulai Rabu malam Malam 18/07.

Dikatakan Ketua 3 Bidang   Pelatihan TWI Cabang Kota Gorontalo Faruk Oktowijaya, menyegerakan pembukaan latihan dalam rangka menanggapi animo masyarakat setempat yang mulai mendaftarkan diri sebagai calon. Untuk masa pewisudahan angkatan ketiga yang dijadwalkan pada 

Ketua 3 Bid. Pelatihan Faruk Oktowijaya
pertengahan Oktober mendatang.
Karateka Penyandang Dan I, yang baru beberapa hari menerima sabuk Dan 1  Tapak Wali Indonesia mengungkapkan, banyak manfaat yang dapat dirasakan  warga yang baru saja diwisuda selama menjalani pelatihan hingga pendadaran, terkait dengan kesehatan. “Yang penting giat dan tekun  latihan, kita bukan saja sembuh tetapi sehat bugar”Terangnnya.

Hal senada menurut Ketua 2 Bidang Pengembangan Cabang Kota Gorontalo Safrin wisudawan angkatan kedua di Kota Gorontalo, lebih menyorot soal Bela diri. Menurut  Safrin yang juga menyandang Dan 1 Karate, memahami bela diri dalam organisasi kemasyarakatan Tapak Wali Indonesia, adalah 

Ketua 2 bid. Pengembangan Safrin
kemampuan warga Twi dalam mengelolah napasnya dengan baik, sehingga dapat membentengi diri dari penyakit. Disamping itu pola latihan pernapasan meningkatkan kecerdasan spritulnya, lebih tajam dalam memahami makna beladiri itu sendiri. Bahkan menurutnya, materi latihan dan gerak lapangan adalah piranti pengelolaan hati agar mampu menundukkan diri sendiri menghindari sikap dan prilaku serta tindakan buruk dan tercela, Selaras dengan cermatannya pada pembahasan YM Gubes saat pewisudahan beberapa malam yang lalu.  saya optimis TWI akan menyebar diPropinsi Gorontalo. "Insya Allah pencapain yang saya dapatkan   juga akan dirasakan  masyarakat lain, untuk itu kami akan terus  mengajak  masyarakat  ikut gerak melatih diri guna memperoleh manfaatnya, sehat lahir batin. Paparnya.


Ketua Cabang TWI Kota Gorontalo Adha, 

Ketua Cabang Kota Gorontalo, Adha

Gorontalo, semalam (17/07) menyambut baik keinginan kedua tokoh masyarakat tersebut, sekali gus pengurus cabang TWI Kota Gorontalo. Selaku penerima amanah dari YM Gubes, menyampaikan terima kasih serta mensyukuri peran aktif semua pihak demi kemajuan Tapak Wali Indonesia di Kota Gorontalo. 

Sementara Sekretaris Cabang Jefri Ibrahim mengungkapkan “Saat ini kami sedang mempersiapkan legalitas formal organisasi untuk didaftaran di Kantor Kesbang setempat. Bahkan kedepan, jajaran 

Sekretaris Cabang Jefri Ibrahim

pengurus cabang Gorontalo bersama  warga TWI yang ada akan mengembangkan kebeberapa kabupaten di Propinsi Gorontalo, merespon beberapa permintaan pembukaan lapangan baru”Pungkasnya (Paman Sam) 

Sabtu, 15 Juli 2017

PEWISUDAHAN WARGA TWI DI KOTA GORONTALO


Pewisudahan Warga Paguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) untuk kedua kalinya Jumat (14/7) digelar di Kota Gorontalo. Kegiatan yang dipusatkan di Ruang serba guna SMP2 Muhammadiyah  Kota Utara Gorontalo yang diikuti sekitar tiga puluan calon maupun warga yang naik tataran.

Yang Mulia Guru besar Paguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, YM Gubes Syekh H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG pada kegiatan ini didampingi oleh ketua komda Sulawesi Tengah Andi Jamil, MMG dan Akbar MMG.
Moment pewisudahan kali ini YM Gubes pada materi  pembahasanya menekankan agar warga Tapak Wali Indonesia didaerah tersebut, memahami misi Tapak Wali Indonesia yang berorintasi pada pembentukan kader anak bangsa yang tangguh dan bijak serta sehat lahir batin. Masyarakat yang

sehat lahir batin adalah aset negara sangatlah penting keberadaaanya didalam menyikapi dinamika kehidupan yang semakin membutuhkan peran semua pihak guna mempertahankan keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
YM Gubes mengingatkan, agar warga TWI  dalam kehidupan sehari-hari tetap teguh mematuhi AD

serta mengamalkan pedoman suci.  Betapa Paguyuban seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia yang merupakan organisasi kemasyarakat  legalitasnya terdaftar pada Kementerian Hukum dan Ham jangan sampai dicederai warganya sendiri. Dibagian lain pembahasanya, YM Gubes menyentuh persoalan hati yang merupakan sumber rasa pada setiap manusia, sangat urgent untuk dibenahi jangan sampai terjebak pada pola pemikiran yang negatif. Setiap warga TWI harus mampu memaintset pola pikir dan meluaskan pandangan hidupnya kearah yang positif.  Sehingga keberadaan TWI ditengah-tengah masyarakat dapat memberi kontribusi dalam rangka menciptakan suasana sejuk dan damai. “Setiap warga TWI harus mampu membela dirinya sendiri dari perbuatannya yang tidak sesuai dengan norma kehidupan dalam tatanan kehidupan antar umat beragama, dan antar masyarakat. Hingga demikian nuansa kehidupan yang damai dan sejuk dapat tercipta, dan hal ini ini perlu dimulai dari individu warga TWI itu sendiri” Jelas YM Gubes.


Manusia sebagai halifah dipermukaan bumi adalah makhluk ciptaan sang pencipta jangan sampai

berprilaku buruk, tetapi harus mampu menjalankan amanah dan menyebarkan kebaikan. Adapun Beladiri pada organisasi TWI bukan konotasi kekerasan atau aduh tarung. Tetapi bela diri yang dimaksud adalah kemampuan  warga TWI menundukan hawa nafsunya dan menghindari dari perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.  (Paman Sam)

Selasa, 09 Mei 2017

Pengukuhan Warga TWI Dan 3 Atas Angkatan ke 9 Tahun 2017


Jarak bukan satu Hambatan

Keraton TWI di Kel. Powasia Kendari

Kedatang warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara, menuju Padepokan Pusat dikota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam rangka mengikuti peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan pengukuhan Dan 3 Atas, serta penganugerahan gelar Magister Muchtahul Guyube kepada mereka yang telah dikukuhkan merupakan agenda setiap tahun.




Tuntulah ilmu dari buaian hingga lubang lahat

351 warga Dan 3 Atas Tapak Wali Indonesia  yang dikukuhkan

Semua jadi tidak berarti lagi, dalam pengembaran jiwa yang diikuti langkah kaki, yang tak lagi menghiraukan tapal batas dan jumlah dentang waktu yang berlalu, menapaki permukaan alam raya untuk mencari jati diri.
Adam As, adalah manusia pertama yang menerima amanah Allah, khalifah pertama untuk  memakmurkan alam raya, setelah bumi  dan langit serta gunung menolaknya memikul amanah itu.
Manusia adalah makhluk yang dianugerahkan akal pikiran dan nafsu, seolah berdiri pada dua persimpangan untuk memilih arah, kebaikan atau keburukan. Anugerah itu disertai pula dengan Ilmu, yang datangnya dari khazanah kegaiban sang pencipta, yang merupakan navigasi untuk memilih jalan yang baik,  untuk meraih  rahasia sukses menuju kenikmatan kehidupan dunia dan akhirat karena ridhaNya semata. Ilmu adalah rahasia, juga sebagai cahaya penerang akal manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan, agar tidak tersesat.
14 abad yang silam nabi besar SAW bersabda “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga lubang lahat.” Semata untuk dan mengenal diri mengembalikan manusia pada fitrahnya sebagai mahkluk yang dimuliakan mengapai nikmat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Manusia diantara zaman yang terus bergulir adalah sang penerus mengemban
amanah untuk memakmurkan bumi tempatnya berpijak dan tempat jasadnya dikuburkan.  Mengapa?

Karena malaikat tak mampu memikul amanah, bahkan sempat berargumen, “untuk apa Adam diciptakan, sementara kami senantiasa beribadah sujud dan mensucikanmu Ya Rabby?”
Namun Allah Maha mengetahui apa yang tidak diketahui hamba-hambanya yang sesungguhnya memiliki kelemahan dan berbagai kekurangan serta keterbatasan. Tak luput malaikat yang sepanjang kehidupan terus sujud dan memuji dan mensucikan Allah. Kehebatan malaikat dalam beribadah tak tertandingi, tetapi pada akhirnya sujud setelah menyadari keterbatasannya, setelah menyadari kelebihan ilmu yang dikaruniakan kepada Adam As.
Sementara iblis dilaknat atas pembangkamannya menolak  penciptaan Adam As. kelak menjadi penghuni neraka yang abadi. Esensial pembangkangan iblis karena kesombongannya, merasa berkuasa karena sebagai mahluk awal diciptakan tak ingin ada yang melebihinya sehingga merasa hebat dalam segala hal, terutama  dalam beriman kepada Allah SWT. Namun disitulah takdir setiap ciptaannya. Adam manusia pertama diangkat sebagai halifah bukan malaikat ataupun iblis.
TWI adalah pusat pendidikan dan pelatihan serta penerapian
Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia yang dikenal dengan singkatan TWI adalah organisasi Kemasyarakatan yang mendidik dan melatih putra putri Indonesia menjadi generasi yang tangguh dan setia pada NKRI. Sistimatika pendidikan non formal dan pelatihan secara berkala merupakan kunci, menjadikan TWI sebagai salah satu pilar memperkuat ukhuwa insania, memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesuai yang tertuang pada Pedoman suci yang menjadi rambu-rambu  wajib dipatuhi setiap warganya.
Olehnya warga TWI digodok pada pembentukan mentalitas warganya agar tetap berpegang pada keyakinan masing-masing. Kesadaran spritual warga TWI terus diasah pada setiap pembahasan Guru Besar agar menjadikan manusia yang memahami diri sehingga mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Tuhan yang maha segalanya.
Peran penting seorang mursyid
Guru Besar Tapak Wali Indonesia
Perjalanan panjang Yang mulia Guru Besar sebagai pendiri dan ketua umum Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, tak pernah lelah menelusuri jalan dan menyeberangi lautan hanya untuk mempersiapkan anak bangsa agar sehat jasmani dan rohaninya.
Latihan gerak lapangan menurut almuqaram, adalah salah satu terapi bagi warga TWI, dimana kesehatan sangat penting, Karena tubuh yang sehat terdapat pikiran yang cemerang yang dapat melahirkan ide cerdas berguna bagi diri setiap warga dan orang lain.
Melalui pusat-pusat pengembangan yang menyebar di 23 provinsi dan 1 negara, Guru Besar terus menekankan bahwa setiap warga Tapak Wali Indonesia  agar selalu mengamalkan pedoman suci serta teguh pada anggaran dasar, tetap mempertahankan Panca Sila dan UUD tahun 1945, sehingga kebhinekaan dalam TWI tidak menjadi kendala, dan menghilangkan sekat dalam internal warga dan peran warga TWI dilingkup masing-masing.  Hal ini ditekankan oleh sebab, TWI adalah ormas yang terbuka bagi umum. Warga TWI harus mampu memaintset cara berfikir kearah yang positif dalam interaksi kehidupan, agar selalu berada dalam lingkaran kebaikan dan menjauhi keburukan.
Pengukuhan dan penganugerahan gelar warga dan III atas
Pengukuhan Warga Dan 3 Atas
degan gelar Magister Muchtahul Guyube (MMG)
Agenda Tahun Paguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia adalah pengukuhan warga Dan III Atas. Tahun ini seperti biasanya Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H/tahun 2017 Masehi kali ini digelar di Gedung  Dachtraco Centre Kendari , dirangkaikan dengan pengukuhan Dan III Atas angkatan ke 9 bagi 351 warga,  oleh Yang Mulia Al Muqaram Guru Besar Syekh H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG dimana kegiatan tersebut dihadiri oleh Muspida Propinsi Sulawesi Tenggara dan sejumlah undangan dari berbagai kalangan.  

Sehari sebelumnya telah dilaksanakan agenda wajib diikuti oleh warga yang
Mereka dibalik layar suksesnya kegiatan Pengukuhan
akan dikukuhkan, Gerak Tapak-Tapak pada inti Pengenalan Alam Ghaib dipimpin oleh Sekjen DPP yang dialokasikan dilapangan PD2T Kendari.
Pada acara pengukuhan para wisudan kali ini diambil sumpahnya, yang dipandu oleh Drs. H.M. Iqbal, M.Ag, sebagai ketua alumni Magister Muchtahul Guyube (MMG) angkatan Ke 9.

Sebagian warga TWI Sulteng melawati
Jln Trans Sulwesi Morowali Kendari
Komda Sulawesi Tengah yang diketuai Andi Jamil, MMG memiliki 4 cabang, masing-masing, Kabupaten Tojo Una-Una yang diketuai Faruk Mardjun MMG, Kabupaten  Donggala diketuai Hasnuni, S.Sos, MMG yang telah menelorkan 1 warga Dan III Atas, kabupaten Morowali yang diketuai Mursalim MMG, serta Cabang baru Kabupaten Poso yang diketuai Alqaf Djumpai, SP, MMG.

Rombongan komda Sulteng,
Perbaikan Jalan
Kondisi Ruas Jalan Antara Beteleme Bungku 



Jarak bukan halangan 

Rombongan warga TWI Komda Sulawesi Tengah menempuh jalan sekitar 900  KM dengan waktu tempuh 24 Jam. dua arternatif yang dapat dilewati, melalui ruas jalan Trans Sulawesi arah Tarengge perbatasan Sulteng Sultra dan Sulsel, maupun jalur  Jalan Morowali, kedua jalur itu memiliki tantangan tersendiri bagi pengendara roda empat yang melewatinya.

Perjalanan panjang terlewati hingga memasuki tempat penampungan warga di kraton yang berada dikawasan BTN Powasia, dan beberapa tempat yang sudah dipersiapkan panitia, termasuk digedung sekretariat DPP terletak di kompleks BTN cempaka putih, Kelurahan Lepo-lepo kecamatan Baruga kota Kendari. 


Ketika Kegiatan telah usai
Ketika Berarah Pulang

masing-masing warga yang kembali kedaerah masing-masing, tetap berharap agar bisa hadir kembali pada kegiatan yang sama ditahun 2018 nanti.(samas) 

Sabtu, 25 Maret 2017

PEWISUDAHAN TWI KETIGA MALUKU UTARA


Manakala merah jingga diufuk timur langit mewarnai ujung fajar subuh

perlahan  mulai menyingkap rahasia malam, mempersembahkan 

gugusan pulau diperairan Timur Sulawesi  menjadi fenomena alam 

yang menawan siapa saja yang memandangnya. 

Birunya lautan memanjakan kapal terapung mengarahkan haluan 

ketimur Indonesia, tenang tanpa ombak dan gelombang.

Ikan layar beterbangan disamping buritan kapal ditimpali 

beberapa camar menyambar diatas kilauan air. Menjadi pemandangan 

indah...Itulah perairan Maluku Utara memiliki

Pesisir Laut Kecamatan Lede Kab. P. Taliabo Prov. Maluku Utara
potensi pengambangan 

sektor parawisata. Salah  satu Wilayah destinasi  dikawasan Timur 

Indonesia. Kusimpan kekaguman dalam hati, kesyukuran atas nikmat 

Ilahi atas anugerah lewat  Keindahan Alam.... 

Satu ketika anak cucu akan melangkahkan kakinya disini... 



PERJALANAN MENYERTAI YM. GUBES  TWI KEMALUKU UTARA
Oleh : Sam Asiku, S, Sos, MMG

Seperti pewisudahan 2 kali sebelumnya rombongan Pendiri pembina Umum yayasan KBIH Al. Ichyamud Qarima sekaligus pendiri/ketua umum DPP Paguyuban Seni Bela diri Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) Yang Mulia Guru Besar Syekh H. AZIS, BE, SE, M.Sc, MMG, setelah mewisuda warga TWI dikabupaten Tojo Una-Una, melanjutkan perjalanan kekawasan Timur Nusantara dalam rangka pewisudahan warga TWI Komda Maluku Utara yang diketuai Machdir Biru, MMG.
Mobile Fortune bernomor Polisi DT 1 NA (Dirgantara Tawak Wali Indonesia)
DT 1 NA
meninggalkan Ampana Jumat Siang sekitar pukul 13.30 (Wita).
Menyertai perjalanan kali ini, ketua Komda Sulawesi Tengah Andi Jamil, MMG
Menunggu Pemberangkatan ke Malut
wakil ketua komda Sulteng Sam Asiku, S,Sos, MMG, Ketua majelis sabuk Hitam Kolaka utara H. Abd. Kadir, MMG, dan Akbar, S.Sos, MMG.
Perjalanan kali ini, tidak mengalami kendala, karena tepat melewati ruas jalan Pagimana Poh, Portal penghalang dalam keadaan terangkat, puluhan alat berat berjejer dipingiran jalan saat waktu istirahat.
15 km lagi kota Luwuk, jarum jam menunjuk 18.05 wita, mobil dikemudikan H Kadir memasuki Area SPBU Bunga untuk menambah  BBM serta YM Gubes dan rombonganya melaksanakan sholat Magrib, dimusholah pojok kanan SPBU Bunga.
Kota Luwuk diwaktu Malam
Sebatang rokok telah kumatikan, perjalan dilanjutkan dengan perlahan, seperti biasanya kenderaan memasuki area parkir  Hotel Ramayana yang tak jauh dari pelabuhan kota Luwuk. Front Oficce hotel ini menyambut ramah, karena sudah mengenal baik  mobil dan rombongan YM Gubes.
Perjalan kepelabuhan sekitar 10 menit dari Hotel, kali ini kami  tidak perlu terburu-buru karena kapal akan diberangkatkan pukul 21.00 Wita. Setelah membeli tiket, dan memesan
dua kamar, Kami menikmati makan malam dekat pintu masuk pelabuhan Luwuk
Sebenarnya rencana kapal yang akan kami tumpangi KM Pulau Teratai tetapi jadwal pelayaran pada kamis malam kemarin. Sehingga  malam itu kami menumpangi KM Gracelia. Kondisi kapal lebih baik dari kapal sebelumnya posisi kamar dan ruang kabin cukup luas serta bersih.
Pelabuhan Kecamatan Lede Kab. P. Taliabu Prov. Maluku Utara
Pelayaran sekita 10 sampai 12  jam akan ditempuh menuju pelabuhan Bobong, ibu kota Kabupaten Pulau Taliabo, Provinsi Maluku Utara. Sekitar pukul 07.00 kapal merapat didermaga, ketua Komda Maluku Utara seperti biasanya sudah menyiapkan kopi hangat dan goreng pisang serta sarapan pagi.


Dua pelabuhan lagi yang akan disingahi KM Gracelia sebelum masuk pelabuhan Lede. Tepat pukul 2.30 Puluan Warga sudah menunggu didermaga Lede. Rombongan dijemput mobil milik warga kecamatan Ngele. Sekitar 2 KM menuju Sekretariat Komda Maluku Utara. Banyak warga sudah menunggu menyalami YM Gubes dan rombongannya.
Ramainya penyambutan YM Gubes, seiring dengan kesibukan panitia
Kesibukan di Dermaga
Pelabuhan Bobong
pewisudahan mempersiapkan tempat kegiatan hingga pukul 18.00 wit.  Sabtu malam  11 Maret 2017, menjelang pukul 20.00 wit, warga dan calon warga TWI sudah memadati ruangan pewisudahan. Sekitar 115 warga diwisuda malam ini.
Pewisudah diawali pembahasan umum oleh YM
Pembahasan Umum oleh YM Gubes TWI
Gubes, Sekitar 1.00 wit proses pewisudahan dimulai dari Dan2 Menegah, ketataran dan 2 tas, dilajutkan Dan 1 Dasar naik ke Dan 2 Menengah, diakhiri pewisudahan calon waraga ke tataran dan 1 Dasar. Sekitar pukul 2.15 seluruh prosesi kegiatan selesai. Terpantau pada
Wisudahan Komda Malut
pewisudahan Calon warga, 1 calon adalah anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabo dan seorang dokter  yang bertugas di Ibu Kota Kabupaten.
Rombongan Gubes kembali kesekretariat Komda Maluku Utara, demikian warga TWI, berarah pulang kerumah masing-masing, dan sebagian masih mampir di sekretariat. Sisa waktu sebelum matahari terbit, beberapa masyarakat dan warga TWI menjalani penerapian, yang dipimpin ketua majelis sabuk Hitam H.Abd.Kadir, MMG
Jadwal pewisudahan dibeberap provinsi masih menunggu kedatang YM Gubes.
Wisuda Dan 2 Menengah
Olehnya untuk idak menggagu jadwal yang sudah ditetapkan, kami siang ini harus balik lagi keLuwuk.









Ketua Komda Maluku Bersama YM Gubes TWI
KM Pulau Teratai yang dijadwalkan pukul 7.00 pagi, tepat jam 15.00 wit baru memasuki pelabuhan Lede, berselesih beberapa menit setelah rombongan tiba di pelabuhan. Pelayaran dari pelabuhan Lede  berarah ke Pelabuhan Bobong yang berjarak 1,5 jam pelayaran. Dari pelabuhan ini sekitar pukul 17.00 WIT  kapal angkat jangkar untuk memulai pelayaran menuju Luwuk. Dua kamar yang berAC kami tempati membuat tertidur lelap. Hingga tak terasa pukul 07.15 wita KM Pulau Teratai sudah merapat didermaga Pelabuhan Luwuk.
Beberapa ojek dan kenderaan roda empat menawarkan jasa angkutan, namun
Wisuda Dan 1 Ke Dan 2 Menengah
kami memilih jalan kaki menuju Hotel Ramayana. Sekitar 2 jam kami menikmati kopi hangat dilobi Hotel, mengingat portal diruas jalan Bunga nanti dibuka pada pukul 12.00 siang. Namun lebih cepat kami tiba dipintu masuk sekitar pukul 11.00 Wita, terpaksa rombongan memesan kopi hangat dikios dadakan didekat pintu masuk darurat.
Perjalanan YM Gubes  masih panjang, membelah Jalan Trans Sulawesi menuju Palu, Kabupaten


Ngopi sebelum kembali ke Ampana
Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Pahuwato, Propinsi  Gorontalo hingga Manado Sulawesi Utara.  Perjalan itu masih jauh karena DN 1 NA akan

balik kearah selatan, sebelum YM Gubes kedaratan kalimatan, Sumatera dan Tanah Jawa untuk melaksanakan pewisudahan di Jakarta Utara dan Surabaya.
Ngopi lagi sambil menunggu jalan dibuka di portal Bunga











Pengabdian untuk masyarakat Nusantara mengalahkan lelah dan penat seorang mursyid, yang tak pernah berhenti selama nafasnya masih ada, Insya Allah.