Minggu, 14 Januari 2018

Ketika Burung Ababil mengepak sayapnya di Kabupaten Banggai

Sabarudin Yasin S.Sos, MMG
Jumat (12/1-18), Team pengembangan Tapak Wali dari Lapangan Albahar Ampana yang diketuai Sabarudin Yasin, S.Sos, MMG (Barens) Bendahara Komda TWI Sulteng yang juga Lurah Muara Toba Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Unauna, dilepaskan oleh Sekretaris Komda Sulteng, dari Padepokan menuju Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai dengan anggota lainnya  3 warga Dan 2 Menengah dan 1  warga dan 1 serta 2 calon warga lapangan Al Bahar.

Team yang  menempuh perjalan hampir 100 km dari kota Ampana, diperkuat Ketua 3 Bidang Pelatihan Komda Sulteng Fauzhiyanto Almugni, MMG, Ketua 1 Bidang Pengembangan Cabang TWI Ampana Abdul Rahman Abdullah, MMG dan kepala Padepokan
4 pendekar membuka lapangan Bunta
Likson, MMG, jumat malam mengelar sosialiasi tentang Paguyuban Seni beladiri pernapasan TapakWali Indonesia di wilayah Bunta Kota yang dihadiri masyarakat setempat. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penerapian gratis kepada masyarakat.
Sabtu (13/1-18) malam kegiatan pembukaan lapangan dipimpin oleh
Gerak Perdana 17 Calon Warga
Sabarudin Yasin yang mengundang antusias masyarakat kota bunta. “Insya Allah, kedepan banyak masyarakat yang akan bergabung mengingat antusias mereka ketika dilaksanakan penerapian” Terang Sabarudin.
Sementara menurut Likson, prospek pengembangan
di kabupaten Banggai khususnya di kecamatan Bunta dan Nuhon sangat baik, bahkan menurutnya Tapak Wali Indonesia akan merambah Ke Luwuk Ibu Kota Kabupaten.

Dari balik Ponsel suara Abdul Rahman Abdullah mengatakan “dalam menebar kebaikan, jarak bukan lagi ukuran, perjalan kami tiada artinya, jika dibandingan perjalan yang mulia Guru Besar. Lebih jauh dikatakannya, wilayah pengembangan kota Bunta adalah jalur perjalanan YM Gubes ketika menuju Timur Sulawesi, Maluku Utara.(Paman Sam)

Sabtu, 06 Januari 2018

Sang Mursyid


Manusia tak diizinkan mempertuhankan manusia, akan tetapi kehadiran sang Mursyid sangat penting bagi seorang muridnya...

karena sesungguhnya dari Mursyid ketemukan jawaban dari yang tiada menjadi ada dan tiada, lalu masih pantas  manusia  mempetuhankan manusia?!”


Hidayah melalui ucapan dan doanya telah membuka dimensi kehidupan baru, didalam mengenal belantara kehidupan yang sesuangguhnya berada dialam semesta...tak jauh dari lingkaran setiap kehidupan makhluknya.


Dari mursyid... khazanah keghaiban Illahi menjadi benderang membangunkan jiwa yang tertidur, sehingga kesadaran spritual mengagah lebar terhadap kesadaran kedudukan yang tiga...yang disembah, yang menyembah serta yang disembahkan...yang kelam dalam  rahasia sepanjang  perjalananku...


Beliau manusia biasa, tetapi luar biasa...Beliau  bukan siapa-siapa tetapi dikenal dilangit dan dibumi berkat cahaya yang masuk dalam dirinya. 

Cahaya yang membias pada hati sanubari murid-muridnyanya yang mengikuti langkah-langkahnya yang tak tergoyahkan...!


Adab...adab...dan adab adalah jawaban yang kutemukan 

Kamis, 28 Desember 2017

Mengenang kepergian Bunda Hj. Nurbaya Azis, MMG

KETEGARAN SOSOK MURSYID
Coretan dari Dari Serambi Madinah dipenghujung Desember 2017

Beberapa pekan yang silam...duka menyelimuti keluarga besar Warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia. Dari berbagai penjuru nusantara mengalun doa dipohonkan kepada yang maha agung, agar arwah almarhuma Bunda Guru  Haja Nurbaya Azis, MMG mendapat tempat yang layak dan indah dalam mahligai yang diliputih kasih sayang sang Pencipta.
Innalillahi wainna lillahi rojiun menjadi peringatan bagi hamba yang beriman, bahwa setiap makhluk yang bernyawa akan melewati pintu kematian.  Dan kematian itu adalah rahasia, kedatangannya  tak terduga kapan dan dimana, saat jiwa dan jasad dipisahkan.
Jika demikian adanya, pantaskah hambanya yang lemah berdiri angkuh dengan apa yang diraih dipermukaan bumi tempatnya  berpijak dan menjunjung langit?!

Saat terindah Bunda bersama suami tercinta YM Gubes TWI
Berpulangnya Bunda Hj. Nurbaya adalah cermin bening, untuk mengaca arti kebaikan dan tata krama sebagai seorang isteri, yang setia pendamping kehidupan pendiri dan ketua Umum Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia,  Guru Besar Yang Mulia, Almuqarram H. Azis, BE, SE, M.Si, MMG.

Jemari ini nyaris tak mampu menulis, mengungkapkan berbagai kebaikan almarhuma,  meskipun saya mengenal beliau dalam hitungan waktu yang tak lebih dari 5 tahunan.  
Sentuhan kasih seorang bunda sangat terasa ketika berada didekat ibu seluruh warga Tapak Wali Indonesia. Pribadi  yang tak pernah mengenal perbedaan strata sosial, apalagi  menjulangkan  segala limpahan karunia yang dianugerahkan kepada keluarga besar, Guru besar Tapak Wali Indonesia.

Senyum adalah bahasa universal yang tak butuh baca dan tulis,  selalu menghiasi dan memaknai wajah sang Mursyid dan isteri tersayang. Setiap  kehadiran mereka selalu membawa keteduhan dan menebar aroma kebaikan, sehingga  bersemayam dan mengakar dalam kalbu setiap muridnya. 

Saat Kedatangan YM Gubes  di Provinsi Gorontalo dalam rangka pewisudahan wraga TWI
Senin   25 Desember 2017, pukul 19.05 wita,  saya larut dalam kesedihan, disaat memeluk
Yang Mulia Guru Besar, dalam kunjungan  pewisudahan warga Tapak Wali Indonesia didaerah yang dijuluki Serambi Medinah. Bahkan kesedihan warga TWI Gorontalo belumlah pupus, meski sekalipun mereka belum pernah  bertemu dengan bunda Hj.
Bertemu dengan yang mulia Guru Besar kali ini, saya larut dalam keharuan, hati ini  semakin  tunduk dan kagum melihat ketegaran sang Mursyid, justru berbalik menghibur duka kami, bahwa berpulangnya almarhum bunda Guru adalah janji mutlak tak bisa dirubah oleh siapapun.
Kata sejuk mengalir dari bibir yang selalu bertengger senyuman, sejuk dan damai memeluk erat batin siapa saja yang mendengar nasehat dan kata bijak beliau. Hakekat rasa yang mampu merahasiakan kodratnya sebagai manusia, ketika lelah dan penat menderah, setelah mengarungi lautan dan menyusuri ribuan kilometer jalan yang berkelok, semata mengemban amanah didalam menebar kebaikan dipenjuru nusantara.
Seolah waktu tak pernah berhenti, dan terlalaikan,  guna memenuhi tanggung jawab besar yang diusung selaku pendiri dan ketua Umum Tapak Wali Indonesia. Kesenangan duniawi tak lagi sebuah tuntutan, setiap dentang detik bernilai  ibadah,  dan tidak diperuntukan mengejar surga dan menghindari ancaman neraka. Bait kalimat yang selalu terucap pada  setiap pembahasan “Wahai murid-muridku, jangan kotori hati kita dengan keinginan untuk meraih surga dan takut kepada neraka, tapi takutlah pada Allah, karena  hanya padanya kita mohon ridha dan pertolongan. Sebaik-baik langkah adalah mengarah kepadaNya.” Sorga dan neraka adalah hak prerogatif dan dalam kekuasaanNYa. Lantas bagaimana hambanya setiap ibadahnya, hanya karena surga? Meskipun penciptaan manusia sempurna dari makhluk lainnya, tak lagi berarti, sangatlah kecil bahkan tidak sebanding dengan setitik debu di padang pasir yang luas.
Pada pembahasan masa pewisudahan kali ini, bait kata sangat meresap pada hati warga TWI Gorontalo, hingga mobil Fortune yang bernomor Polisi DT 1 NA membawa Sang Mursyid berlalu mengarah selatan Sulawesi.


Dipenghujung coretan ini...saya menitip asa pada saudara-saudaraku warga TWI di Gorontalo, bahwa pencapaian ilmu dan perubahan sikap kearah yang lebih baik, tidak membutuhkan ungkapan pengakuan, selain menuntut perbuatan baik (Af’al) dalam rangka menebar kebaikan diserambi Medinah, dengan harapan bertambah lapangan gerak Tapak Wali Indonesia diKota Gorontalo dan sekitarnya...Insya Allah

  


 


  

Rabu, 18 Oktober 2017

Lapangan Gerak TWI terbuka di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo

Ketika Panji Tapak Wali Indonesia dipancangkan surut diturunkan, biarlah kibarannya mengikuti hembusan  bertiup diempat penjuru angin, tetapi tetap berpegang teguh pada slogan “Tapak Wali Indonesia Provinsi Goronalo Tumbuh dan Berkembang”

Setelah kabupaten Gorontalo, telah membuka lapangan yang dipimpin oleh korlap Rivai
Ketua cabang Kota Gorontalo dihadapan calon warga
Bonepante
Rivai, Kabupaten Bone Bolanggo tidak mau ketinggalan, setelah digelar Traning Of Trainer (TOT)  melalui Yandi, S.Kom Rabu Malam (19/10) membuka lapangan gerak pertama dikabupaten tersebut yang berada didesa Tongo Kecamatan Bone Pante  Kabupaten Bone Bolango, yang dimotori ketua cabang Kota Gorontalo, Adha, SE.

Pembukaan lapangan di desa Tongo   digagas Yandi Lamasay, S.Kom. Guru  SMK 1 Bone Pante, adalah pribadi yang sederhana terkesan pendiam, tetapi ringan langkah  
Yandi, S.Kom

Pembukaan lapangan pertama di Bone Pante, diperkuat oleh Ketua 1 bidang Pembinaan Ronny Suwatan, Ketua 3 bidang Pelatihan Faruk Oktawijaya, SH,  wakabid 2 Bidang Pengembangan Sonny Nupu, dan beberapa korlap  dari lapangan TWI di Kota Gorontalo. 

Proses pembukaan lapangan,  dipimpin oleh Ketua Cabang Kota Gorontalo Adha, SE didahului Wakabid 2,  melakukan proses awal pemagaran lapangan. Yang dilanjutkan dengan pembukaan  lapangan baru, serta gerak perdana  dipimpin oleh ketua 3 bidang pelatihan.   


Stategis yang patut dicontoh :
Yandi adalah Warga penyandang Sabuk Dan 2 Menengah dalam struktur cabang TWI Kota Gorontalo, adalah korlap Lapangan Awara Kota Gorontalo. Guna pengembangan TWI dia  telah mengambil langkah strategis guna persiapan pengembangan Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan (TWI) dikampung halamannya Bone Pante. Pada masa pewisudahan oktober 2017, Yandi  melatih 1 calon warga hingga mengikuti wisuda kemarin Selasa (11/10) yang diselenggarakan di
Ketua Bid3 faruk Oktawijaya Memimpin gerak perdana
di LApangan Bonepante
Mesjid At Taubah Kelurahan Wumialo kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Melalui keterangannya  Yandi, mengatakan pembukaan  lapangan 1 Kabupaten Bone Bolango sudah menyerap 14 calon warga. Dia optimis pada masa pewisudahan warga TWI angkatan ke 5 bulan Desembar akan datang, calon warga akan memenuhi target sebanyak 30 calon bahkan lebih. 


Sebagai Korlap Awara
 Yandi  memimpin penerapaian dilapangan
Bone Pante adalah pesisir pantai arah selatan Provinsi Gorontalo, sangat potensi untuk pengembangan Tapak Wali Indonesia. 
Menurut Yandi Tapak Wali Indonesia adalah organisasi kemasyarakat menariknya bukan aliran,  yang diyakininya akan diminati masyarakat setempat. 
Srikandi TWI Gorontalo selesai mengikuti TOT angkatan pertama
siapa diterjunkan dilapangan 


Sebagai organisasi yang berorintasi pada kebaikan diantaranya penerapian cuma-cuma, TWI merupakan solusi menjawab kebutuhan masyarakat dibidang kesehatan dan pengobatan arternatif. “Saya yakin, masyarakat tidak saja sebatas ingin sembuh dari penyakitnya, tetapi ingin sehat  tanpa harus mengeluarkan biaya.” Tandasnya.

Senin, 16 Oktober 2017

Geliat TWI Komda Persiapan Provinsi Gorontalo

Peta Pengembangan TWI Di Prov. Gorontalo
Pasca Pewisudahan 11 Oktober 2017, komposisi struktur Paguyuban Seni Beladiri pernasapan Tapak Wali Indonesia (TWI) di Provinsi Gorontalo berbenah diri untuk peningkatan kualitas dan kuantitas Ormas tersebut.

Seperti dikatakan Kabid 2 Pengembangan Safri Saifi, SE sebagai daerah pengembangan baru, kami harus benar-benar meletakan pondasi yang kokoh disertai sistim yang tertatah baik. “ biarlah saat ini kami kerja keras, insya Allah kedepan kalau sistim itu sudah berjalan dengan baik, maka sangatlah mudah untuk mengembangkan TWI” Jelas Safrin Saifi, SE

Lebih jauh Safrin memaparkan, tidak cukup hanya mengembangkan lapangan, tetapi perlu ditindak lanjuti penyiapan  pelatih yang dikoordinir oleh ketua 3 Bidang Pelatihan Faruk Oktawijaya. Hal itu adalah wujud keseriusan kami dalam menyikapi minat masyarakat terhadap TWI cukup baik, meskipun baru seumur jagung.   
Olehnya lanjut Safrin,  hasil rapat kerja pasca pewisudahan kemarin, kami  sepakat
Keluarga TWI Kota Gorontalo
melaksanakan Tranining Of Trainer (TOT)  angkatan pertama sejumlah 25 orang pelatih yang berasal dari 3 lapangan yang aktif saat ini, minggu malam (15/10), dilapangan 3 At Taubah Keurahan wumialo, kecamatan kota Tengah Kota Gorontalo.
Penerpian Arternatif TWI sangat diminati
Meskipun, menurutnya semua panduan aktifitas gerak dan tata cara lapangan sudah ada dalam CD dan buku panduan, tetapi penyelenggaraan itu sangat penting untuk menjaga kemurnian tata cara dalam penyelenggaraan gerak dan semua aktifitas yang berkaitan dengan TWI, perlu diantisioasi sedini mungkin untuk menghindari kesalahan presepsi yang menimbulkan pertentangan dilapangan.

Ia mengungkapkan pasca pewisudahan saat gerak perdana, sabtu (14/10) 3 lapangan yang aktif sudah menerima 26 calon warga, masing-masing  At Taubah 14 Org, lapangan Limboto 4 orang dan
Ujian Mental /pendadaranTWI  di Gorontalo
lapangan Awara 6 Orang. Seiring dengan pelayanan penerapian semakin dioptimalkan karena diminati dan semakin luas menarik perhatian masyarakat Gorontalo. Kami akan  terus mengawal visi dan misi Tapak Wali Indonesia dan terus berpijak pada AD/ART. Menyiapkan putra putri Indonesia sehat rohani dan jasmani, yang dibekali dengan ilmu beladiri, untuk menghidar serangan musuh baik yang nyata maupun tidak nyata, Tandas Safrin.(Paman Sam)  



Jumat, 13 Oktober 2017

TWI KOMDA PERSIAPAN GORONTALO SELENGGARAN WISUDA ANGKATAN KE 4

Jika mahluk ciptaan hanya untuk hidup semata, maka langkah tak bisa diseret dan bahupun  tak sanggup memikul  amanah ketika manusia ditakdirkan sebagai halifah dipermukaan bumi ini...

Akan tetapi ketika manusia mengenal dan memahami  dirinya, maka tak ada kegelisahan dan ketakutan, bahkan deraan tuntutan kehidupan bersifat duniawi bukan sesuatu yang perlu dirisaukan lagi...

segala keletihan akan sirna ketika cahaya kebesarannya menyingkirkan  berbagai kepentingan sesaat , yang membuat lelah  memikirkannnya. 
 
PAMAN SAM MELAPORKAN DARI SERAMBI MADINAH 

Ribuan kilo terlampaui, bentang lautan diseberagi dan keindahan buana dilintasi hanya karena amanah...perjalanan  panjang sang Mursyid Guru Besar  Tapak Wali Indonesia, Yang Mulia Al Muqarram H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG tak pernah menyimpan lelah diwajahnya yang selalu diliputi senyum yang menenangkan setiap jiwa yang memandangnya.

Meskipun hanya semalam di ibu Kota Provinsi Gorontalo yang dijuluki serambi Madinah dalam rangka mewisudah warga Paguyuban seni beladiri pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Cabang Kota Gorontalo yang dipusatkan di Mesjid At Taubah Kelurahan Wumialo kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Telah memberikan pencerahan kepada warga Tapak Wali Indonesia melalui pembahasan.

Peserta pewisudahan sebanyak 83 warga, berasal  dari 3 lapangan, masing Lapangan At Taubah, Lapangan Awara dan Lapangan Limboto menempuh ujian mental/pendadaran di Lapangan 2 SMP Muhammadiyah 3 di kelurahan Dulomo Selatan Kota Utara. 

Angkatan Pewisudahan ke 4 Kamis (11/10), khususnya lapangan Awara
rEGISTRASI PESERTA UJIAN MENTAL
didominasi mahasiswa dari Muna Sulawesi Tenggara serta  4 calon warga mahasiswa dari umat hindu berasal dari Luwuk Banggai, yang tekun mengikuti pelatihan hingga sampai  saat ujian mental. Juga pewisudahan kali ini 
diikuti 2 warga tataran  2 menengah berasal dari Amurang dan Kotambagu.

Proses pewisudahan baik calon menjadi warga TWI dan kenaikan sabuk,  bukan semata kenaikan tataran, tetapi kenaikan itu adalah proses peningkatan rejeki, serta memahami dimensi kehidupan yang beragam bagi setiap manusia. 
kenaikan tataran 
Team Penguji dari TWI Komda Sulteng 
merupakan wahana,  berhijrah kearah  yang lebih baik didalam memaknai kehidupan. Serta mampu memaintset cara berfikir agar selalu  bertindak positif dari betik rasa, yang lahir dari jiwa raga yang sehat, yang selalu ditempah melalui latihan gerak pernapasan dilapangan.

YM Gubes menekankan TWI bukan perguruan maupun aliran, tetapi TWI adalah organisiasi kemasyarakatan yang memiliki legalitas sebagai Ormas yang terdaftar di Menkumham, yang berdiri sejak tahun 2005 yang memiliki visi dan misi. 
Tapak Wali Indonesia  merupakan lembaga pusat pendidikan dan pembinaan,  pelatihan serta  penerapian bagi calon dan warga TWI dimanapun ormas itu berada.

Ditandaskan  YM Gubes, agar setiap warga TWI  menjalankan dan mengamalkan
Kabid 2 Safrin Saifi pemimpin Upacara
Pedoman Suci yang menjadi bingkai lingkaran kebaikan,  terutama dalam berinteraktif antara sesama manusia tetap dalam kolidor kabaikan, ditengah masyarakat luas.

Untuk mewujudkan organisasi yang baik, maka pengurus harus mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Paguyuban Seni Beladiri Tapak Wali Indonesia yang menjadi rel berjalannya roda organisasi. Bahkan ditegaskan, TWI bukanlah lahan tempat mencari, tetapi TWI adalah wahana pengabdian sesuai visi misi organisasi, guna kepentingan umum.


Proses kegiatan pewisudahan dan pembahasan berlangsung hingga pukul 3,15 dini hari.

Perjalan masih panjang yang harus dilalui
Penyerahan Pataka TWI kepada Ketua Team Pendadaran
sang Mursyid dengan terbukannya lapangan-lapangan baru pada cabang di NTB dan Kepulauan Karimun. 

Bahkan perjalan kedepan TWI Komda persiapan Gorontalo dapat meluaskan wilayah kerjanya keutara Sulawesi, wilayah amurang dan Kotambagu.





Menyertai perjalan YM Gubes ke Gorontalo,  Ketua Komda Sulteng Andi Jamil, MMG, Ketua
Akhir sebuah renungan pada ujian mental di Gorontalo
Majelis Sabuk Hitam Kolaka Utara H. Kadir, MMG dan Akbar, MMG Ketua Cabang Parigi Moutong Muhlis Raya, MMG (Paman Sam)







Sabtu, 09 September 2017

Pengobatan Arternatif TWI mulai menarik perhatian masyarakat

Padepokan Pusat Tapak Wali Indonesia Sulawesi Selatan
dan Kraton Tapak Wali Indonesia Sulawesi Tenggara
Melatari Ketua Umum DPP/Pendiri
Guru Besar Syehk Almuqaram H. Azis, BE,SE, M.Sc, MMG


Eksistensi Organisasi Kemasyarakatan Paguyuban Seni Beladiri  Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI)
di Serambi Medinah julukan Provinsi Gorontalo  mulai menarik perhatian masyarakat, terutama bidang penyehatan kesehatan masyarakat. Indikator ini dilihat dari kuantitas warga dan calon warga untuk  masa pewisudahan medio Oktober 2017 yang akan datang semakin bertambah.
Calon warga didominasi usia diatas empat puluan baik pria maupun wanita, secara umum bertujuan menyembuhkan berbagai penyakit mereka, diantara stroke, jantung gula, asam urat, rematik dan penyakit lainnya.
Kacab Bank Muamat Cabang Gorontalo,
Akbar Sulaiman
Calon warga TWI Akbar Sulaiman Branch Manager Bank Muamat Cabang Gorontalo, sejak  Jumat Malam 8 September 2017 mulai gerak perdananya dilapangan 3 At Taubah TWI Cabang Gorontalo, dikelurahan Wumialo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo.
Menarik kata putera Sulawesi selatan tersebut, persaudaraan Twi sungguh luar biasa dalam hal membangun silaturahim, serta eksistentsi organisasi kemasyaratan ini mampu memposisikan lembaga ini  sehingga cepat perkembangannya. Interaksi sesama warga dan calon sangat kompak diwarnai etika serta menjunjung adab persaudaraan yang merupakan nilai tersendiri dalam padangannya.  “malam ini saya mendapat puluhan saudara, meskipun baru pertama kali ikut gerak, Insya Allah tujuan saya ikut gerak dapat mengatasi masalah kesehatan yang sedikit terganggu”  Ungkapnya.
Sementara ketua 3 bidang pelatihan Faruk Oktawijaya, SH menjelaskan kiprah TWI di 
Olahraga Napas TWI
Provinsi  Gorontalo, sampai saat ini mengaktifkan dua lapangan di Kota Gorontalo yang ditangani Korlap Edho Usman didominasi calon warga usia lanjut yang menderita berbagai penyakit, demikian halnya 1 lapangan Limboto dikabupaten Gorontalo yang ditangani Korlap Rian Rivai, mengalami hal yang sama.  Olehnya Lanjut Faruk Okta Wijaya, kita menjadwalkan gerak 3 kali seminggu yang dilanjutkan dengan penerapian para calon, “Alhamdulillah beberapa orang penderita Stroke yang awalnya mengunakan kursi roda, saat ini sudah bisa berdiri dan ikut bergerak” Jelasnya.
Lebih jauh Faruk Oktawijaya menjelaskan, ditingkat pengurus TWI Provinsi Gorontalo memutuskan, akan memenuhi undangan masyarakat sekiranya pasien sangat sulit dibawa kelapangan, dilayani tanpa pungutan sepeser sesuai ketentuan Tapak Wali Indonesia berperan aktif membantu pemulihan kesehatan masyarakat tanpa bayaran.
Ketua 1 bidang pembinaan Ronny Suwatan mendrive pernyatan Faruk Oktawijaya, bahwa yang menjadi pegangan pengurus adalah 6
Penerapian Masyarakat Asam urat dan rematik
point program kerja Tapak Wali Indonesia, 1. ikut membantu pemerintah dalam rangka pelaksanaan reformasi mental spritual, 2.  membantu pemerintah dalam hal pencegahan pengunaan narkoba, miras, judi yang dapat meresahkan masyarakat, 3 membantu program pemerintah dalam hal penyehatan jasmani dan rohani melalui gerak fisik (olah Raga Pernapasan) kepada masyarakat, 4. Membantu program pemerintah dalam pembinaan mental (jiwa) kepada masyarakat melalui pembahasan oleh Ketua Umum DPP/pendiri
Guru Besar 
Penerapian calo warga yang stroke
Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia Syehk Almuqaram H. Azis, BE,SE, M.Sc, MMG
, 5. Membekali seni beladiri setiap puter puteri Indonesia dengan tujuan memiliki pertahanan fisik dan non fisik dari serangan musuh, 6. melakukan pengobatan secara
Keakraban Warga TWI
gratis (terapi Fisiologi) disetiap wilayah (daerah) adanya Peguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia.