Jumat, 13 Oktober 2017

TWI KOMDA PERSIAPAN GORONTALO SELENGGARAN WISUDA ANGKATAN KE 4

Jika mahluk ciptaan hanya untuk hidup semata, maka langkah tak bisa diseret dan bahupun  tak sanggup memikul  amanah ketika manusia ditakdirkan sebagai halifah dipermukaan bumi ini...

Akan tetapi ketika manusia mengenal dan memahami  dirinya, maka tak ada kegelisahan dan ketakutan, bahkan deraan tuntutan kehidupan bersifat duniawi bukan sesuatu yang perlu dirisaukan lagi...

segala keletihan akan sirna ketika cahaya kebesarannya menyingkirkan  berbagai kepentingan sesaat , yang membuat lelah  memikirkannnya. 
 
PAMAN SAM MELAPORKAN DARI SERAMBI MADINAH 

Ribuan kilo terlampaui, bentang lautan diseberagi dan keindahan buana dilintasi hanya karena amanah...perjalanan  panjang sang Mursyid Guru Besar  Tapak Wali Indonesia, Yang Mulia Al Muqarram H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG tak pernah menyimpan lelah diwajahnya yang selalu diliputi senyum yang menenangkan setiap jiwa yang memandangnya.

Meskipun hanya semalam di ibu Kota Provinsi Gorontalo yang dijuluki serambi Madinah dalam rangka mewisudah warga Paguyuban seni beladiri pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Cabang Kota Gorontalo yang dipusatkan di Mesjid At Taubah Kelurahan Wumialo kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Telah memberikan pencerahan kepada warga Tapak Wali Indonesia melalui pembahasan.

Peserta pewisudahan sebanyak 83 warga, berasal  dari 3 lapangan, masing Lapangan At Taubah, Lapangan Awara dan Lapangan Limboto menempuh ujian mental/pendadaran di Lapangan 2 SMP Muhammadiyah 3 di kelurahan Dulomo Selatan Kota Utara. 

Angkatan Pewisudahan ke 4 Kamis (11/10), khususnya lapangan Awara
rEGISTRASI PESERTA UJIAN MENTAL
didominasi mahasiswa dari Muna Sulawesi Tenggara serta  4 calon warga mahasiswa dari umat hindu berasal dari Luwuk Banggai, yang tekun mengikuti pelatihan hingga sampai  saat ujian mental. Juga pewisudahan kali ini 
diikuti 2 warga tataran  2 menengah berasal dari Amurang dan Kotambagu.

Proses pewisudahan baik calon menjadi warga TWI dan kenaikan sabuk,  bukan semata kenaikan tataran, tetapi kenaikan itu adalah proses peningkatan rejeki, serta memahami dimensi kehidupan yang beragam bagi setiap manusia. 
kenaikan tataran 
Team Penguji dari TWI Komda Sulteng 
merupakan wahana,  berhijrah kearah  yang lebih baik didalam memaknai kehidupan. Serta mampu memaintset cara berfikir agar selalu  bertindak positif dari betik rasa, yang lahir dari jiwa raga yang sehat, yang selalu ditempah melalui latihan gerak pernapasan dilapangan.

YM Gubes menekankan TWI bukan perguruan maupun aliran, tetapi TWI adalah organisiasi kemasyarakatan yang memiliki legalitas sebagai Ormas yang terdaftar di Menkumham, yang berdiri sejak tahun 2005 yang memiliki visi dan misi. 
Tapak Wali Indonesia  merupakan lembaga pusat pendidikan dan pembinaan,  pelatihan serta  penerapian bagi calon dan warga TWI dimanapun ormas itu berada.

Ditandaskan  YM Gubes, agar setiap warga TWI  menjalankan dan mengamalkan
Kabid 2 Safrin Saifi pemimpin Upacara
Pedoman Suci yang menjadi bingkai lingkaran kebaikan,  terutama dalam berinteraktif antara sesama manusia tetap dalam kolidor kabaikan, ditengah masyarakat luas.

Untuk mewujudkan organisasi yang baik, maka pengurus harus mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Paguyuban Seni Beladiri Tapak Wali Indonesia yang menjadi rel berjalannya roda organisasi. Bahkan ditegaskan, TWI bukanlah lahan tempat mencari, tetapi TWI adalah wahana pengabdian sesuai visi misi organisasi, guna kepentingan umum.


Proses kegiatan pewisudahan dan pembahasan berlangsung hingga pukul 3,15 dini hari.

Perjalan masih panjang yang harus dilalui
Penyerahan Pataka TWI kepada Ketua Team Pendadaran
sang Mursyid dengan terbukannya lapangan-lapangan baru pada cabang di NTB dan Kepulauan Karimun. 

Bahkan perjalan kedepan TWI Komda persiapan Gorontalo dapat meluaskan wilayah kerjanya keutara Sulawesi, wilayah amurang dan Kotambagu.





Menyertai perjalan YM Gubes ke Gorontalo,  Ketua Komda Sulteng Andi Jamil, MMG, Ketua
Akhir sebuah renungan pada ujian mental di Gorontalo
Majelis Sabuk Hitam Kolaka Utara H. Kadir, MMG dan Akbar, MMG Ketua Cabang Parigi Moutong Muhlis Raya, MMG (Paman Sam)







Sabtu, 09 September 2017

Pengobatan Arternatif TWI mulai menarik perhatian masyarakat

Padepokan Pusat Tapak Wali Indonesia Sulawesi Selatan
dan Kraton Tapak Wali Indonesia Sulawesi Tenggara
Melatari Ketua Umum DPP/Pendiri
Guru Besar Syehk Almuqaram H. Azis, BE,SE, M.Sc, MMG


Eksistensi Organisasi Kemasyarakatan Paguyuban Seni Beladiri  Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI)
di Serambi Medinah julukan Provinsi Gorontalo  mulai menarik perhatian masyarakat, terutama bidang penyehatan kesehatan masyarakat. Indikator ini dilihat dari kuantitas warga dan calon warga untuk  masa pewisudahan medio Oktober 2017 yang akan datang semakin bertambah.
Calon warga didominasi usia diatas empat puluan baik pria maupun wanita, secara umum bertujuan menyembuhkan berbagai penyakit mereka, diantara stroke, jantung gula, asam urat, rematik dan penyakit lainnya.
Kacab Bank Muamat Cabang Gorontalo,
Akbar Sulaiman
Calon warga TWI Akbar Sulaiman Branch Manager Bank Muamat Cabang Gorontalo, sejak  Jumat Malam 8 September 2017 mulai gerak perdananya dilapangan 3 At Taubah TWI Cabang Gorontalo, dikelurahan Wumialo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo.
Menarik kata putera Sulawesi selatan tersebut, persaudaraan Twi sungguh luar biasa dalam hal membangun silaturahim, serta eksistentsi organisasi kemasyaratan ini mampu memposisikan lembaga ini  sehingga cepat perkembangannya. Interaksi sesama warga dan calon sangat kompak diwarnai etika serta menjunjung adab persaudaraan yang merupakan nilai tersendiri dalam padangannya.  “malam ini saya mendapat puluhan saudara, meskipun baru pertama kali ikut gerak, Insya Allah tujuan saya ikut gerak dapat mengatasi masalah kesehatan yang sedikit terganggu”  Ungkapnya.
Sementara ketua 3 bidang pelatihan Faruk Oktawijaya, SH menjelaskan kiprah TWI di 
Olahraga Napas TWI
Provinsi  Gorontalo, sampai saat ini mengaktifkan dua lapangan di Kota Gorontalo yang ditangani Korlap Edho Usman didominasi calon warga usia lanjut yang menderita berbagai penyakit, demikian halnya 1 lapangan Limboto dikabupaten Gorontalo yang ditangani Korlap Rian Rivai, mengalami hal yang sama.  Olehnya Lanjut Faruk Okta Wijaya, kita menjadwalkan gerak 3 kali seminggu yang dilanjutkan dengan penerapian para calon, “Alhamdulillah beberapa orang penderita Stroke yang awalnya mengunakan kursi roda, saat ini sudah bisa berdiri dan ikut bergerak” Jelasnya.
Lebih jauh Faruk Oktawijaya menjelaskan, ditingkat pengurus TWI Provinsi Gorontalo memutuskan, akan memenuhi undangan masyarakat sekiranya pasien sangat sulit dibawa kelapangan, dilayani tanpa pungutan sepeser sesuai ketentuan Tapak Wali Indonesia berperan aktif membantu pemulihan kesehatan masyarakat tanpa bayaran.
Ketua 1 bidang pembinaan Ronny Suwatan mendrive pernyatan Faruk Oktawijaya, bahwa yang menjadi pegangan pengurus adalah 6
Penerapian Masyarakat Asam urat dan rematik
point program kerja Tapak Wali Indonesia, 1. ikut membantu pemerintah dalam rangka pelaksanaan reformasi mental spritual, 2.  membantu pemerintah dalam hal pencegahan pengunaan narkoba, miras, judi yang dapat meresahkan masyarakat, 3 membantu program pemerintah dalam hal penyehatan jasmani dan rohani melalui gerak fisik (olah Raga Pernapasan) kepada masyarakat, 4. Membantu program pemerintah dalam pembinaan mental (jiwa) kepada masyarakat melalui pembahasan oleh Ketua Umum DPP/pendiri
Guru Besar 
Penerapian calo warga yang stroke
Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia Syehk Almuqaram H. Azis, BE,SE, M.Sc, MMG
, 5. Membekali seni beladiri setiap puter puteri Indonesia dengan tujuan memiliki pertahanan fisik dan non fisik dari serangan musuh, 6. melakukan pengobatan secara
Keakraban Warga TWI
gratis (terapi Fisiologi) disetiap wilayah (daerah) adanya Peguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia.





Senin, 28 Agustus 2017

AJANG SANA KEPANTI ASUHAN ADALAH WUJUD KEPEDULIAN



Himpitan kehidupan yang diliputi kebimbangan semakin mendera, mengarah masa depan  tanpa arah dan tujuan,  kepada siapa harus mengadu?
Ayah dan bunda telah tiada, hidup dirundung duka hampa tanpa kasih sayang. 
Nasib anak yatim piatu adalah ujian bagi mereka yang memiliki keberuntungan dalam kehidupannya, mampukah berbagi rezeki? 
Doa anak yatim piatu akan menembus langit bahkan dapat meruntuhkannya.

Catatan  : Paman Sam dari Serambi Medinah

Sekilas tentang Paguyuban Seni Beladiri Pernapsan Tapak Wali Indonesia dikenal dengan (TWI). Twi adalah organisasi kemasyarakatan,  yang berorintasi pada pendidikan mental spritual, dan penerapian.  Didirikan  tahun 2015 oleh , Guru Besar Yang Mulia Al Muqaram H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG TWI sudah berkembang di 23 Provinsi dan 2 negara

Penerapian TWI merupakan pengobatan arternatif tanpa pemungutan biaya mulai mendapat respon dari masyarakat luas.
Tak hanya sebatas penerapian tetapi program pelatihan gerak pernapasan dikemas secara sistimatis adalah langkah penyembuhan hingga penyehatan bagi masyarakat yang sudah mengikuti program pelatihan dilapangan. 
Perkembangan lapangan semakin pesat, karena telah memberi efek positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. menurut pengakuan Bpk Arifin warga TWI lapangan di Kompleks Mesjid At Taubah Kelurahan Wumialo yang menderita stroke ringan, hanya 2 kali ikut gerak, sudah normal kembali. "Yang penting kita serius dan disiplin mengikuti petunjuk pelatih" Ujarnya. Secara umum, Olah gerak pernapasan TWI memberi efek pada kelancaran aliran darah disekujur tubuh, penumpukan  toksin dan  lemak akan berkurang yang  berdampak positif pada peningkatan kesehatan  pasien. 


Aliran darah yang baik sangat berpengaruh pada kinerja syaraf yang bermuara pada organ tubuh yang fital manusia seperti jantung, paru-paru dan otak. Sehingga dengan berfungsinya syaraf dan aliran darah tersebut akan memicuh cara fikir yang jernih dan sehat serta mendatangkan perasaan yang tenang dan damai untuk melahirkan ide cemerlang serta bertambahnya kepekaan seseorang, serta meningkatnya kesadaran spritual.

Pewisudahan
Pendidikan moral dan spritual melalui pembahasan Guru Besar Yang Mulia Al Muqaram H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG adalah bagian utama pada Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia. Selain program pelatihan gerak pernasapan. 
Pembasahan pada setiap tataran di TWI membuka cakrawala berfikir bagi setiap warga TWI. Dimana Guru Besar pada setiap nasehatnya menitik beratkan,  pada setiap warga TWI selalu berprilaku baik ditengah masyarakat, karena perbuatan baik itu  bernilai ibadah. 

Giat salah satu lapangan di Kota Gorontalo
Hampir setahun keberadaan Paguyuban Seni Beladiri Tapak Wali Indonesia di Kota Gorontalo, dipenghujung tahun 2017 semakin pesat pertumbuhannnya, indikator ini terlihat berdirinya beberapa lapangan dan meningkatnya jumlah warga TWI.


Gerak Lapangan
Pengembangan Tapak wali tidak sebatas pada latihan gerak badan dan pengolahan pernapasan semata tetapi juga menjadi sarana pendidikan non formal dalam upaya pembinaan metal spritual warganya.

Tantangan global adanya perkembangan zaman semakin cangih, jenis makan variatif dan instan yang memicu pertumbuhan berbagai penyakit adanya zat kimia bahan pengawet, yang dapat mengorogoti tubuh manusia yang rentan karena lemahnya kekebalan tubuh. Tapak Wali Indonesia tampil dengan konsep penerapian gratis pada masyarakat. 
Ajang Sana Kepanti Asuhan
Penyerahat bantuan di Pantiasuhan Al Ikhlas
Ide cerdas lahir dari hati warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) Gorontalo Minggu (26/8) melakukan anjangsana kepanti asuhan Al Ikhlas diKecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo dan Pantii Asuhan Hasanah dikecamatan Suwawa kabupaten Bonebolango. Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 2017 serta rangkaian kegiatan peringatan Hari Prokramasi RI ke 72.

Kegiatan yang bertema kepedulian dalam berbagi rasa mendapat sambutan baik dari pengelolah kedua pati asuhan tersebut. Pada acara serah terima distribusi bahan makan di Panti Asuhan Alikhlas Limboto, warga Tapak Wali Indonesia disambut dengan doa dan puji-pujian bagi Rasullah. Yang diawali lantunan ayat AL Quran, tanpa terasa air mata warga berlinang, semua tertekun larut dalam salawat nabi yang dilapazkan sekitar 50 santri puteri yang diasuh pengurus yang diketuai Hj. Hadidjah Manan.

Ketua 2 Bidang Pengembangan Sarfin Saipi dalam sambutannya menyambut gembira atas penerimaan rombongan ajangsana Tapak Wali Indonesia di Panti asuhan tersebut. Ia mengatakan bantuan ini sangat kecil artinya. Namun yang menjadi tujuan adalah niat baik dalam berbagi rasa, momentum menyambut Hari Raya Idul Adha. Menurutnya Tapak Wali Indonesia merupakan Ormas kemasyarakatan, yang tumbuh di kota Gorontalo masih relatifmuda, tetapi akan terus melakukan upaya maksimal berperan aktif ditengah-tengah masyarakat Gorontalo. Kegiatan yang berakhir hingga petang, telah memberi arti tersediri pada warga Tapak Wali Indonesia Gorontalo.   (***)





Sabtu, 26 Agustus 2017

Pengembangan TWI di Provinsi Gorontalo

Perjalanan pengembangan Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia,  dibelahan bumi Nusantara,  bahkan sudah melebar pada dua negara semakin pesat  karena mendapat respon masyarakat.
Organisasi kemasyarakat Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, telah mengambil peran penting didalam mempersiapkan warganya menjadi anak bangsa yang selalu  menjujung nilai persatuan dan kesatuan yang mengedepankan akhlak dan sopan santun didalam beragama, bernegara dan bermasyarakat.
Akhir pekan kemarin  Guru Besar  Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak
Gubes TWI dalam sebuah perjalanan
Wali Indonesia Syehk Almuqaram H. Azis, BE,SE, M.Sc, MMG baru saja mewisuda warga di DKI Jakarta dan Kota Surabaya.
Catatan : Paman Sam dari kota serambi Madinah
Provinsi Gorontalo yang dijuluki serambi Medinah adalah daerah bagian pengembangan baru, yang digagas oleh Ketua Komda Sulawesi Tengah Andi Jamil, MMG, 
Hingga saat ini, Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia sudah membuka 3 lapangan gerak di Kota Gorontalo dan 1 lapangan di Kabupaten Gorontalo serta 1 lapangan di Kabupaten Pohuwato.

Adha
Tapak Wali Indonesia yang dikomandoi Adha, SE putera  Bone Sulawesi Selatan, memiliki talenta dan  tangan dingin untuk menatah menejemen Organisasi Tapak Wali Indonesia yang diamanatkan kepadanya.
Menurutnya kesehatan adalah prasyarat mutlak seseorang untuk dapat melaksanakan berbagai aktifitas maupun ibadah dalam kehidupan bermasyarakat. Olehnya keberadaan TWI menjadi hal yang manarik bagi masyarakat setempat sehingga memutuskan bergabung mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Tapak Wali Indonesia.
dibagian lain pernyatannya, ia mengungkapkan pengalamannya pada awalnya merasakan adanya tantangan untuk meletakan pondasi yang kokoh  Organisasi tersebut. Apalagi waktu itu masih  baru menyandang Dan 1 Dasar, ia bingung dan terus mencari langkah kongkrit serta  formulasi
yang tepat guna meyakinkan serta  membangun pemahaman  TWI dihati masyarakat. “Sebagai warga baru di Tapak Wali Indonesia, kami mengalami berbagai kesulitan dalam pengembangan organisasi, alhamdulillah adanya penerapian cuma-cuma pada masyarakat, menjadi titik awal timbulnya   semangat dan percaya diri saya.”Penerapian adalah salah satu langkah yang tepat, sebagai daya dorong semangat kami bersama jajaran pengurus lain dalam upaya terus melebarkan sayap TWI didaerah Provinsi Gorontalo.  “Alhamdulillah saya sendiri sangat merasakan manfaat dan nikmatnya” Ujar Adha.
Ketua 1 Bidang Pembinaan Ronny Suwatan, mengatakan selain
melakukan beberapa berbagai aktifitas  rutin TWI berupa latihan gerak dan penerapian gratis pada masyarakat, juga selalu melakukan koordinasi sesama pengurus untuk menjaga sinergitas dan harmonisasi didalam membangun  presepsi yang sama dalam rangka mengembangkan TWI di Gorontalo.
Bulan ini  TWI Cabang Gorontalo  momentum  HUT RI ke 72 kami rangkaikan dengan kegiatan  menyambut Hari Raya Idul Adha, mengagendakan bhakti sosial, “hari ini Minggu (26/8) TWI Cabang Gorontalo akan melaksanakan ajangsana didua panti asuhan untuk mendistribusi bantuan bahan makanan, dan program lainnya adalah pemotongan hewan kurban, Insya Allah kedepan hal yang sama akan kami upayakan". Ungkapnya
Syafrin Saipi
Sementara Ketua 2 bidang pengembangan Safrin Saifi mengatakan, optimis Tapak Wali Indonesia akan diminati warga masyarakat Gorontalo. hal ini dibuktikan bebeapa permintaan untuk membuka lapangan baru dibeberapa wilayah kerja cabang Gorontalo. Pencapaian ini menurutnya, selain muatan program kerja pengurus tepat sasaran, juga  adanya  harmonisasi dalam internal pengurus. “ oleh sebab itu,  menyikapi beberapa saran masyarakat untuk membuka lapangan baru, saya dan jajaran pengurus sudah sepakat dan telah mempersiapkan titik pengembangan dibeberapa kabupaten sekitar kota Gorontalo.” jelasnya
Faruk Oktawijaya
Menyikapi pernyataan Safrin Saipi, Ketua 3 bidang Pelatihan Faruk Oktawijaya, mengatakan menindak lanjuti upaya yang dilakukan ketua 2 dan jajarannya. 
Kaitannya dengan rencana target pembukaan  lapangan baru, pihaknya terus mempersiapkan pelatih yang akan diterjunkan dibeberapa titik lapangan yang sudah dievaluasi. "Langkah strategis sudah sampai pada pembuatan schedule dan jadwal latihan, bahkan kami sudah menyelenggarakan TOT guna menyeragamkan pola pelatihan dalam rangka mempertahankan keaslian gerakan  TWI berdasarkan panduan yang ada, hal ini kami lakukan guna menghindari kendala, terjadinya perbedaan dan multi tafsir terhadap penerapan latihan gerak dilapangan. Tandasnya 




Selasa, 18 Juli 2017

Titian kasih antara Mursyid dan muridnya


Maqam Mursyid  pada kedalaman ilmunya dan kedudukan murid pada  kedangkalan pengetahuannya, dipisahkan tabir pemisah diliputi kabut rahasia, namun manakala  kuasa illahi berkehendak maka benang akan lurus terbentang mampuh menembus kepekatan bathin murid yang merindukan berenang disamudera Ilmu ghaibillah, pelantaran sang Mursyid
Pada maqam kemuliaan sang mursyid,  tutur dan nasehat bijak menjadi bernilai dan bermakna dalam menguraikan ilmu pada setiap bermajelis. IzinNya pula insan manusia yang dirahmati  mampu menyentuh dan menyingkap tabir rahasia yang datangnya dari  khazanah kegaiban rahasia  yang dibalut rahasia itu sendiri..
Mursyid dan Murid  adalah satu cermin yang  saling memantulkan keindahan dan kebajikan hati, hingga mampu memahami kata yang  tak terucap. Disini dapat didifinisikan makna perbuatan hati, keihklasan pembawa dan penerima amanah.   Tautan jiwa dalam ridhanya akan merentang  titian panjang membangun manusia yang sesungguhnya. Hingga dapat menyentuh hakekat Ilmu kehidupan, yang selalu mengikuti pemiliknya kemanapun dia melangkah. Saat mana, ilmu bukan lagi tulisan atau bacaan tetapi...ingatan.”
Kerinduan dalam sua  mengalunkan lagam bahasa nasehat sang mursyid, bahwa mengelolah bukan untuk dirinya sendiri, tetapi tertuju pada zatullah. Rentang waktu yang lima, diisi perbuatan kebaikan dan ibadah yang tak pernah putus. Selalu bernafas dengan nafas Allah, semakin bermakna, dibarengi perbuatan dzahir, yang terus menempah dan mempoles muridnya, agar menjadi titik-titik cahaya yang yang akan menerangi permukaan alam raya dan alam semesta.

Dalam diam tak perlu lagi bertanya, karena jawaban sudah ada dalam ketetapan,  sang pemberi nikmat. “barang siapa mengajarkan ilmu Allah satu huruf saja, maka ilmu itu akan bertambah dan terus datang tak putus-putusnya.”

Dalam diam tak perlu berkata lagi, karena ternyata kekuasaan yang mutlak tak dapat dirubah, yang dapat  menggerakkan isi alam semesta tanpa tindak lisan dan tulisan. Mengapa tiram bisa bergetar? Jawaban didalamnya ada mutiara, disitu pula ada hidup yang bersemayan kehidupan yang tak mengenal arti kematian...

Perjalanan  sang mursyid tak lagi terukur dan berbatas jarak dan waktu, hanya untuk menyampaikan kebaikan.  Menjadi sebuah renungan kalbu, hingga lebih tekun mengkaji bait-bait kata, yang mampu  membuat alam ini tenang dan damai. Cara itu adalah cara merawat, agar benang batin ini jangan sampai kusut dan putus. Dibaliknya, kelam dan kegelapan akan  menghadang  dalam kesia-siaan manakala  lenyapkan bentang yang pernah ada,
Jika dikiaskan, sesungguhnya manusia hanya sebuah titik, diantara hamparan pasir ditepian pantai. Saya hanya manusia biasa, dengan kuasaNya pula, sepercik cahaya perlahan membelah gelapnya hati. Namun cemas dan kekuatiran terjawab dalam tutur kata lembut sang mursyid “ lebih indah dan syahdu menyalakan  lilin dari pada mengutuk kegelapan. Sebab dalam gelap kita  masih bisa melihat, kilauan berlian yang cacat setelah ditempah, dan ternyata masih lebih indah dari pada batu biasa.”
Mursyid dalam maqam kemuliaannya...

Tak pernah melukiskan keindahan surga, dan pedihnya kobaran api neraka, namun lebih memperkokoh  keyakinan serta  mengukir jejak menuju Rabby, tujuan akhir meraih ridhaNya. Disitu penting ilmu untuk memilih dua persimpangan kehidupan, kebaikan atau keburukan. Dua jalan  diciptakan untuk menguji tingkat  keyakinan manusia adanya kekuasaan Rabby...yang Maha Raja. (Sang Pengembara)

Gerak Perdana Lapangan TWI Kota Gorontalo


Warga Lapangan 2 TWI At Taubah

Pasca pewisudahan Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia di Kota Gorontalo, khususnya Lapangan 2 "At Taubah" akan membuka kembali lapangan  masa pelatihan gerak dan penerapian masyarakat mulai Rabu malam Malam 18/07.

Dikatakan Ketua 3 Bidang   Pelatihan TWI Cabang Kota Gorontalo Faruk Oktowijaya, menyegerakan pembukaan latihan dalam rangka menanggapi animo masyarakat setempat yang mulai mendaftarkan diri sebagai calon. Untuk masa pewisudahan angkatan ketiga yang dijadwalkan pada 

Ketua 3 Bid. Pelatihan Faruk Oktowijaya
pertengahan Oktober mendatang.
Karateka Penyandang Dan I, yang baru beberapa hari menerima sabuk Dan 1  Tapak Wali Indonesia mengungkapkan, banyak manfaat yang dapat dirasakan  warga yang baru saja diwisuda selama menjalani pelatihan hingga pendadaran, terkait dengan kesehatan. “Yang penting giat dan tekun  latihan, kita bukan saja sembuh tetapi sehat bugar”Terangnnya.

Hal senada menurut Ketua 2 Bidang Pengembangan Cabang Kota Gorontalo Safrin wisudawan angkatan kedua di Kota Gorontalo, lebih menyorot soal Bela diri. Menurut  Safrin yang juga menyandang Dan 1 Karate, memahami bela diri dalam organisasi kemasyarakatan Tapak Wali Indonesia, adalah 

Ketua 2 bid. Pengembangan Safrin
kemampuan warga Twi dalam mengelolah napasnya dengan baik, sehingga dapat membentengi diri dari penyakit. Disamping itu pola latihan pernapasan meningkatkan kecerdasan spritulnya, lebih tajam dalam memahami makna beladiri itu sendiri. Bahkan menurutnya, materi latihan dan gerak lapangan adalah piranti pengelolaan hati agar mampu menundukkan diri sendiri menghindari sikap dan prilaku serta tindakan buruk dan tercela, Selaras dengan cermatannya pada pembahasan YM Gubes saat pewisudahan beberapa malam yang lalu.  saya optimis TWI akan menyebar diPropinsi Gorontalo. "Insya Allah pencapain yang saya dapatkan   juga akan dirasakan  masyarakat lain, untuk itu kami akan terus  mengajak  masyarakat  ikut gerak melatih diri guna memperoleh manfaatnya, sehat lahir batin. Paparnya.


Ketua Cabang TWI Kota Gorontalo Adha, 

Ketua Cabang Kota Gorontalo, Adha

Gorontalo, semalam (17/07) menyambut baik keinginan kedua tokoh masyarakat tersebut, sekali gus pengurus cabang TWI Kota Gorontalo. Selaku penerima amanah dari YM Gubes, menyampaikan terima kasih serta mensyukuri peran aktif semua pihak demi kemajuan Tapak Wali Indonesia di Kota Gorontalo. 

Sementara Sekretaris Cabang Jefri Ibrahim mengungkapkan “Saat ini kami sedang mempersiapkan legalitas formal organisasi untuk didaftaran di Kantor Kesbang setempat. Bahkan kedepan, jajaran 

Sekretaris Cabang Jefri Ibrahim

pengurus cabang Gorontalo bersama  warga TWI yang ada akan mengembangkan kebeberapa kabupaten di Propinsi Gorontalo, merespon beberapa permintaan pembukaan lapangan baru”Pungkasnya (Paman Sam) 

Sabtu, 15 Juli 2017

PEWISUDAHAN WARGA TWI DI KOTA GORONTALO


Pewisudahan Warga Paguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) untuk kedua kalinya Jumat (14/7) digelar di Kota Gorontalo. Kegiatan yang dipusatkan di Ruang serba guna SMP2 Muhammadiyah  Kota Utara Gorontalo yang diikuti sekitar tiga puluan calon maupun warga yang naik tataran.

Yang Mulia Guru besar Paguyuban Seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, YM Gubes Syekh H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG pada kegiatan ini didampingi oleh ketua komda Sulawesi Tengah Andi Jamil, MMG dan Akbar MMG.
Moment pewisudahan kali ini YM Gubes pada materi  pembahasanya menekankan agar warga Tapak Wali Indonesia didaerah tersebut, memahami misi Tapak Wali Indonesia yang berorintasi pada pembentukan kader anak bangsa yang tangguh dan bijak serta sehat lahir batin. Masyarakat yang

sehat lahir batin adalah aset negara sangatlah penting keberadaaanya didalam menyikapi dinamika kehidupan yang semakin membutuhkan peran semua pihak guna mempertahankan keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
YM Gubes mengingatkan, agar warga TWI  dalam kehidupan sehari-hari tetap teguh mematuhi AD

serta mengamalkan pedoman suci.  Betapa Paguyuban seni beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia yang merupakan organisasi kemasyarakat  legalitasnya terdaftar pada Kementerian Hukum dan Ham jangan sampai dicederai warganya sendiri. Dibagian lain pembahasanya, YM Gubes menyentuh persoalan hati yang merupakan sumber rasa pada setiap manusia, sangat urgent untuk dibenahi jangan sampai terjebak pada pola pemikiran yang negatif. Setiap warga TWI harus mampu memaintset pola pikir dan meluaskan pandangan hidupnya kearah yang positif.  Sehingga keberadaan TWI ditengah-tengah masyarakat dapat memberi kontribusi dalam rangka menciptakan suasana sejuk dan damai. “Setiap warga TWI harus mampu membela dirinya sendiri dari perbuatannya yang tidak sesuai dengan norma kehidupan dalam tatanan kehidupan antar umat beragama, dan antar masyarakat. Hingga demikian nuansa kehidupan yang damai dan sejuk dapat tercipta, dan hal ini ini perlu dimulai dari individu warga TWI itu sendiri” Jelas YM Gubes.


Manusia sebagai halifah dipermukaan bumi adalah makhluk ciptaan sang pencipta jangan sampai

berprilaku buruk, tetapi harus mampu menjalankan amanah dan menyebarkan kebaikan. Adapun Beladiri pada organisasi TWI bukan konotasi kekerasan atau aduh tarung. Tetapi bela diri yang dimaksud adalah kemampuan  warga TWI menundukan hawa nafsunya dan menghindari dari perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.  (Paman Sam)