Kamis, 18 Juli 2019



  410 Warga Tapak Wali Indonesia  dikukuhkan

 

Magister Muchtahul Guyube bukan akhir sebuah perbuatan baik


Gerak dan terus bergerak mengolah nafas dan raga, tak terasa keringat membasahi sekujur tubuh merupakan ikhtiar menuju kesembuhan dan mencapai tubuh yang sehat rohani dan jasmani. 

 Puluhan kali Purnama menyebar aroma malam yang indah, kadang dalam gerimis dan ditengah tirai hujan terus tekun dalam mengeloh hati cipta rasa yang memikat, hingga waktu berganti tahun, bukan ke-sia-sia-an belaka bagi warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan yang berpusat diKendari Sulawesi Tenggara, menuju tataran akhir Dan 3 Atas.

 


Jejak Kata  :  Sam Asiku/Sekretaris Umum Komda Sulteng




“Bahwa tugas Manusia mempersiapkan akhiratnya dan tugas sang pencipta menyiapkan berbagai  kebutuhan ciptaanya dihamparan alam raya tanpa kekeliruan sedikitpun”






Tataran demi tataran dijalani, adalah titik  nikmat terhubung menjadi garis lurus kehidupan terproses melalui  rangkain suara dan perkataanNya pada program Penguatan  Pendidikan Karakter Yayasan Al Azizu Tapak Wali Indonesia. Sebagai jawaban atas pertanyaan kalbu, kemana dan dimana nikmat sesungguhnya itu adalah inti kehidupan sebagai insan manusia yang diberi amanahNYa. Mengolah rasa memicu peningkatan kesadaran hakiki, memfokuskan padang, hingga mindset yang berproses tanpa terasa, perlahan tetapi pasti mengembalikan jati diri. Kesiapan berjihad menaklukan  musuh besar hawa nafsu angkara murka yang tumbuh liar dihati yang kering kerontang. 
   
Kepekaan terjadi melalui  proses latihan adalah satu cara membentuk jiwa raga manusia selalu waspada dan diingatkanNya disetiap menghadapi ancaman nyata mauputak nyata. Kemampuan mengolah rasa akan meningkatkan kesadaran emosional, intelektual serta spritual, adalah  bagian penting  dalam  menata kesadaran hakiki manusia yang mengenal dirinya, dari mana dan kemana akan kembali, dengan demikian tak ada waktu yang sia-sia dalam mengagungkan dan menghadirkan kebesaranNya , bahwa ternyata manusia hanyalah setitik nikmatNya. 

“ Kemilau  mutiara tidak hilang hanya karena dibenam dalam lumpur  hitam sekalipun ”
Bersama Ketua Pertimbanagn DPP H. Ali

Awal medio Juli dari 27 Provinsi dan satu negara Malaysia berarah provinsi sultra tepatnya ke kota Kendari,  dalam mengikuti serangkaian kegiatan pengukuhan Dan 3 Atas dan penganugerahan Megister Muchtahul Guyube bagi 410 warga Paguyuban Senibeladiri pernapasan Tapak Wali Indonesia.
Kegiatan digelar tahun ini adalah yang  ke 11 kalinya, adalah momentum mengikat tali persatuan dan kesatuan  warga RI dilingkup warga Tapak Wali Indonesia, yang menyebar diberbagai pelosok nusantara,  Bertemu dan bercengkraman dalam lingkaran suasana persaudaraan tanpa sekat budaya dan adat masing-masing.
Provinsi  Gorontalo adalah komda  termuda hadir  dengan 14 Warga calon magister, mereka insan pilihan yang menyerahkan semua pada keputusan dan kebesaraNya,  atas waktu dan tugas yang ditinggalkan selama mengikuti kegiatan dikendari.
Pada saat seperti itu ...betapa penting merepleksikan dalam jiwa tentang tanggung jawab dan pengabdian seorang guru seperti dicontohkan guru besar, terus bergerak dan diperjalankan mendatangi murid-muridnya dimanapun berada.
Lantas...dimana alasan yang memberatkan langkah menerima undangannya, hanya karena kesibukan duniawi dan alasan  keterbatasan waktu?...
“ Kemana magfirahnya ditempatkan kalau tak ada hilaf dan salah seorang hamba?”
Perlu merenungkan kembali perjalan kehidupan diantara nafas keluar masuk silih berganti, membangun kesadaran atas kehilafan dan kesalahan, sesungguhnya Tuhan YME memiliki sifat maha maha pengampun dan maha pengasih, atas taubatan nasyuha hambanya yang kembali kejalanNya.

Kehadiran di Kendari bukan sekedar ingin mendapatkan perubahan pakain dari hitam menjadi hijau, atau samer merah sebagai tanda anggota majelis sabuk hitam. Tetapi kedatangan adalah implementasi keyakinan dan kepastian prinsip seorang warga Tapak Wali Indonesia menerima anugerah dan amanah keguruan setelah  menyandang Magister Muchtahul Guyube (MMG) selanjutnya  dapat mengambil peran penting dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat yang dilanda berbagai  persoalan sosial yang sewaktu-waktu dapat memicu persoalan yang mengakibatkan terbelahnya  NKRI, dan hal itu tak boleh terjadi...!

"Bergurulah pada perbuatan baik dari pada pembenaran perkataan baik yang pernah diwujudkan" 

 Oleh karena itu, ditegaskan pemimpin Umum DPP YM Guru Besar Al Muqarram H. Azis, BE, SE. M.Sc, MMG, setiap MMG wajib mentaati 6 butir pedoman suci dan selalu berpengang teguh pada AD/ART yang berlandaskan Pancasila dan UU 1945. Serta mampu mengimplementasikan visi dan misi Tapak Wali Indonesia  berjalan pada relnya, sehingga  dengan demikian nama baik pengurus, warga serta organisasi kemasyarakat Tapak Wali Indonesia tetap terjaga dan dapat memberi konstrubusi pada masyarakat sekitar dan NKRI.



 "Membina silaturrahim berbalut kata yang lembut adalah satu cara menepis kesepian hati "


Mewujudkan harapan itu,  setiap warga Tapak Wali Indonesia perlu memahami maksud dan tujuan didirikan Tapak Wali Indonesia  didalam rangka meningkatkan kualitas moral.

diantaranya membela, mengamankan, menghayati dan mengamalkan Pancasila, (prilaku yang  baik dan jujur).

Membela dan mempertahankan Undang - Undang Dasar Republik  lndonesia Tahun 1945 secara murni & konsekuen, (Senantiasa  Mendirikan Kebenaran )

Menggembleng setiap putra- putri lndonesia menuju kesempurnaan kesehatan baik jasmanlah & rohaniah. (Memiliki sifat sabar dan ikhlas / wara)

Menata kehidupan sejahtera lahir & Batin, (Memiliki sifat Rendah Diri / Tawakkal)

Mengutamakan Persatuan & Kesatuan Bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI) tanpa membedakan Agama, golongan dan ras, (Senantiasa meningkatkan cinta kasih & sayang, saling hormat menghormati)

Peran penting pengurus dan warga Tapak Wali Indonesia memiliki kemampuan mendidik dan melatih keterampilan bagi warga  dalam interaksi olahraga Beladiri guna mempertahankan diri dari segala bentuk serangan baik fisik maupun non fisik.
Mendidik atau membina pemahaman tentang ilmu sifat (jiwa) dan   kerohanian  (Af’al) da!am cinta kasih dan sayang kepada sesama mahluk ciptaan Allah SWT menuju manusia yang seutuhnya             (Halifah Allah) di muka  bumi.


Setiap warga Tapak Wali berkewajiban   menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat, serta menyiapkan diri ikut membela Negara bersama Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik lndonesia dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik lndonesia. Dengan ikhlas mengadakan dan turut serta membantu  Pemerintah dalam kegiatan Bakti Sosial.

lkut serta membina remaja agar menjadi remaja yang baik dan handal  dalam mengabdikan  dirikepada Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI).




Kesiapan fisik dan mental  mutlak dalam membantu pemerintah dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat.  Turut serta mengurangi tindakan kejahatan kriminal seperti  pengedaran dan pengunaan obat-obat terlarang, miras,  judi atau kegiatan-kegiatan lain  meresahkan masyarakat yang bertentangan dengan agama, permerintah. Turut serta membantu  menciptakan ketertiban  umum   di lingkungan masing-masing.
Mencapai hal itu dibutuhkan keseriusan bagi setiap warga agar terus berlatih serta menghayati kepribadiannya selaku warga Tapak Wali Indonesia...Insha Allah!

  "Pertemuan akan selalu diakhiri  perpisahan meskipun perpisahan itu untuk jumpa kembali karena kerinduan hati"


15 Juli seluruh rangkaian pengukuhan tahun 2019 telah selesai...saatnya peserta kembali menelusuri jalan pulang dan diharapkan pada tahun 2020 dapat berkumpulkan kembali dalam kegiatan serupa yang dirangkaikan dengan Musyawah Nasional ke 3 Paguyuban Seni beladiri pernapasan Tapak Wali Indoneia yang dinaungi oleh Yayasan AlAzizu Tapak Wali Indonesia...


  Akhirul kalam jadilah insan manusia yang diberi kuasa, bukan mengejar kekuasaan...sesungguhnya ketenangan jiwa bertahta  disana,  sehingga kesejukan hatimu bisa membuat orang lain tersenyum bahagia...(PS)


Minggu, 14 Januari 2018

Ketika Burung Ababil mengepak sayapnya di Kabupaten Banggai

Sabarudin Yasin S.Sos, MMG
Jumat (12/1-18), Team pengembangan Tapak Wali dari Lapangan Albahar Ampana yang diketuai Sabarudin Yasin, S.Sos, MMG (Barens) Bendahara Komda TWI Sulteng yang juga Lurah Muara Toba Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Unauna, dilepaskan oleh Sekretaris Komda Sulteng, dari Padepokan menuju Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai dengan anggota lainnya  3 warga Dan 2 Menengah dan 1  warga dan 1 serta 2 calon warga lapangan Al Bahar.

Team yang  menempuh perjalan hampir 100 km dari kota Ampana, diperkuat Ketua 3 Bidang Pelatihan Komda Sulteng Fauzhiyanto Almugni, MMG, Ketua 1 Bidang Pengembangan Cabang TWI Ampana Abdul Rahman Abdullah, MMG dan kepala Padepokan
4 pendekar membuka lapangan Bunta
Likson, MMG, jumat malam mengelar sosialiasi tentang Paguyuban Seni beladiri pernapasan TapakWali Indonesia di wilayah Bunta Kota yang dihadiri masyarakat setempat. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penerapian gratis kepada masyarakat.
Sabtu (13/1-18) malam kegiatan pembukaan lapangan dipimpin oleh
Gerak Perdana 17 Calon Warga
Sabarudin Yasin yang mengundang antusias masyarakat kota bunta. “Insya Allah, kedepan banyak masyarakat yang akan bergabung mengingat antusias mereka ketika dilaksanakan penerapian” Terang Sabarudin.
Sementara menurut Likson, prospek pengembangan
di kabupaten Banggai khususnya di kecamatan Bunta dan Nuhon sangat baik, bahkan menurutnya Tapak Wali Indonesia akan merambah Ke Luwuk Ibu Kota Kabupaten.

Dari balik Ponsel suara Abdul Rahman Abdullah mengatakan “dalam menebar kebaikan, jarak bukan lagi ukuran, perjalan kami tiada artinya, jika dibandingan perjalan yang mulia Guru Besar. Lebih jauh dikatakannya, wilayah pengembangan kota Bunta adalah jalur perjalanan YM Gubes ketika menuju Timur Sulawesi, Maluku Utara.(Paman Sam)

Sabtu, 06 Januari 2018

Sang Mursyid


Manusia tak diizinkan mempertuhankan manusia, akan tetapi kehadiran sang Mursyid sangat penting bagi seorang muridnya...

karena sesungguhnya dari Mursyid ketemukan jawaban dari yang tiada menjadi ada dan tiada, lalu masih pantas  manusia  mempetuhankan manusia?!”


Hidayah melalui ucapan dan doanya telah membuka dimensi kehidupan baru, didalam mengenal belantara kehidupan yang sesuangguhnya berada dialam semesta...tak jauh dari lingkaran setiap kehidupan makhluknya.


Dari mursyid... khazanah keghaiban Illahi menjadi benderang membangunkan jiwa yang tertidur, sehingga kesadaran spritual mengagah lebar terhadap kesadaran kedudukan yang tiga...yang disembah, yang menyembah serta yang disembahkan...yang kelam dalam  rahasia sepanjang  perjalananku...


Beliau manusia biasa, tetapi luar biasa...Beliau  bukan siapa-siapa tetapi dikenal dilangit dan dibumi berkat cahaya yang masuk dalam dirinya. 

Cahaya yang membias pada hati sanubari murid-muridnyanya yang mengikuti langkah-langkahnya yang tak tergoyahkan...!


Adab...adab...dan adab adalah jawaban yang kutemukan 

Kamis, 28 Desember 2017

Mengenang kepergian Bunda Hj. Nurbaya Azis, MMG

KETEGARAN SOSOK MURSYID
Coretan dari Dari Serambi Madinah dipenghujung Desember 2017

Beberapa pekan yang silam...duka menyelimuti keluarga besar Warga Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia. Dari berbagai penjuru nusantara mengalun doa dipohonkan kepada yang maha agung, agar arwah almarhuma Bunda Guru  Haja Nurbaya Azis, MMG mendapat tempat yang layak dan indah dalam mahligai yang diliputih kasih sayang sang Pencipta.
Innalillahi wainna lillahi rojiun menjadi peringatan bagi hamba yang beriman, bahwa setiap makhluk yang bernyawa akan melewati pintu kematian.  Dan kematian itu adalah rahasia, kedatangannya  tak terduga kapan dan dimana, saat jiwa dan jasad dipisahkan.
Jika demikian adanya, pantaskah hambanya yang lemah berdiri angkuh dengan apa yang diraih dipermukaan bumi tempatnya  berpijak dan menjunjung langit?!

Saat terindah Bunda bersama suami tercinta YM Gubes TWI
Berpulangnya Bunda Hj. Nurbaya adalah cermin bening, untuk mengaca arti kebaikan dan tata krama sebagai seorang isteri, yang setia pendamping kehidupan pendiri dan ketua Umum Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia,  Guru Besar Yang Mulia, Almuqarram H. Azis, BE, SE, M.Si, MMG.

Jemari ini nyaris tak mampu menulis, mengungkapkan berbagai kebaikan almarhuma,  meskipun saya mengenal beliau dalam hitungan waktu yang tak lebih dari 5 tahunan.  
Sentuhan kasih seorang bunda sangat terasa ketika berada didekat ibu seluruh warga Tapak Wali Indonesia. Pribadi  yang tak pernah mengenal perbedaan strata sosial, apalagi  menjulangkan  segala limpahan karunia yang dianugerahkan kepada keluarga besar, Guru besar Tapak Wali Indonesia.

Senyum adalah bahasa universal yang tak butuh baca dan tulis,  selalu menghiasi dan memaknai wajah sang Mursyid dan isteri tersayang. Setiap  kehadiran mereka selalu membawa keteduhan dan menebar aroma kebaikan, sehingga  bersemayam dan mengakar dalam kalbu setiap muridnya. 

Saat Kedatangan YM Gubes  di Provinsi Gorontalo dalam rangka pewisudahan wraga TWI
Senin   25 Desember 2017, pukul 19.05 wita,  saya larut dalam kesedihan, disaat memeluk
Yang Mulia Guru Besar, dalam kunjungan  pewisudahan warga Tapak Wali Indonesia didaerah yang dijuluki Serambi Medinah. Bahkan kesedihan warga TWI Gorontalo belumlah pupus, meski sekalipun mereka belum pernah  bertemu dengan bunda Hj.
Bertemu dengan yang mulia Guru Besar kali ini, saya larut dalam keharuan, hati ini  semakin  tunduk dan kagum melihat ketegaran sang Mursyid, justru berbalik menghibur duka kami, bahwa berpulangnya almarhum bunda Guru adalah janji mutlak tak bisa dirubah oleh siapapun.
Kata sejuk mengalir dari bibir yang selalu bertengger senyuman, sejuk dan damai memeluk erat batin siapa saja yang mendengar nasehat dan kata bijak beliau. Hakekat rasa yang mampu merahasiakan kodratnya sebagai manusia, ketika lelah dan penat menderah, setelah mengarungi lautan dan menyusuri ribuan kilometer jalan yang berkelok, semata mengemban amanah didalam menebar kebaikan dipenjuru nusantara.
Seolah waktu tak pernah berhenti, dan terlalaikan,  guna memenuhi tanggung jawab besar yang diusung selaku pendiri dan ketua Umum Tapak Wali Indonesia. Kesenangan duniawi tak lagi sebuah tuntutan, setiap dentang detik bernilai  ibadah,  dan tidak diperuntukan mengejar surga dan menghindari ancaman neraka. Bait kalimat yang selalu terucap pada  setiap pembahasan “Wahai murid-muridku, jangan kotori hati kita dengan keinginan untuk meraih surga dan takut kepada neraka, tapi takutlah pada Allah, karena  hanya padanya kita mohon ridha dan pertolongan. Sebaik-baik langkah adalah mengarah kepadaNya.” Sorga dan neraka adalah hak prerogatif dan dalam kekuasaanNYa. Lantas bagaimana hambanya setiap ibadahnya, hanya karena surga? Meskipun penciptaan manusia sempurna dari makhluk lainnya, tak lagi berarti, sangatlah kecil bahkan tidak sebanding dengan setitik debu di padang pasir yang luas.
Pada pembahasan masa pewisudahan kali ini, bait kata sangat meresap pada hati warga TWI Gorontalo, hingga mobil Fortune yang bernomor Polisi DT 1 NA membawa Sang Mursyid berlalu mengarah selatan Sulawesi.


Dipenghujung coretan ini...saya menitip asa pada saudara-saudaraku warga TWI di Gorontalo, bahwa pencapaian ilmu dan perubahan sikap kearah yang lebih baik, tidak membutuhkan ungkapan pengakuan, selain menuntut perbuatan baik (Af’al) dalam rangka menebar kebaikan diserambi Medinah, dengan harapan bertambah lapangan gerak Tapak Wali Indonesia diKota Gorontalo dan sekitarnya...Insya Allah

  


 


  

Rabu, 18 Oktober 2017

Lapangan Gerak TWI terbuka di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo

Ketika Panji Tapak Wali Indonesia dipancangkan surut diturunkan, biarlah kibarannya mengikuti hembusan  bertiup diempat penjuru angin, tetapi tetap berpegang teguh pada slogan “Tapak Wali Indonesia Provinsi Goronalo Tumbuh dan Berkembang”

Setelah kabupaten Gorontalo, telah membuka lapangan yang dipimpin oleh korlap Rivai
Ketua cabang Kota Gorontalo dihadapan calon warga
Bonepante
Rivai, Kabupaten Bone Bolanggo tidak mau ketinggalan, setelah digelar Traning Of Trainer (TOT)  melalui Yandi, S.Kom Rabu Malam (19/10) membuka lapangan gerak pertama dikabupaten tersebut yang berada didesa Tongo Kecamatan Bone Pante  Kabupaten Bone Bolango, yang dimotori ketua cabang Kota Gorontalo, Adha, SE.

Pembukaan lapangan di desa Tongo   digagas Yandi Lamasay, S.Kom. Guru  SMK 1 Bone Pante, adalah pribadi yang sederhana terkesan pendiam, tetapi ringan langkah  
Yandi, S.Kom

Pembukaan lapangan pertama di Bone Pante, diperkuat oleh Ketua 1 bidang Pembinaan Ronny Suwatan, Ketua 3 bidang Pelatihan Faruk Oktawijaya, SH,  wakabid 2 Bidang Pengembangan Sonny Nupu, dan beberapa korlap  dari lapangan TWI di Kota Gorontalo. 

Proses pembukaan lapangan,  dipimpin oleh Ketua Cabang Kota Gorontalo Adha, SE didahului Wakabid 2,  melakukan proses awal pemagaran lapangan. Yang dilanjutkan dengan pembukaan  lapangan baru, serta gerak perdana  dipimpin oleh ketua 3 bidang pelatihan.   


Stategis yang patut dicontoh :
Yandi adalah Warga penyandang Sabuk Dan 2 Menengah dalam struktur cabang TWI Kota Gorontalo, adalah korlap Lapangan Awara Kota Gorontalo. Guna pengembangan TWI dia  telah mengambil langkah strategis guna persiapan pengembangan Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan (TWI) dikampung halamannya Bone Pante. Pada masa pewisudahan oktober 2017, Yandi  melatih 1 calon warga hingga mengikuti wisuda kemarin Selasa (11/10) yang diselenggarakan di
Ketua Bid3 faruk Oktawijaya Memimpin gerak perdana
di LApangan Bonepante
Mesjid At Taubah Kelurahan Wumialo kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Melalui keterangannya  Yandi, mengatakan pembukaan  lapangan 1 Kabupaten Bone Bolango sudah menyerap 14 calon warga. Dia optimis pada masa pewisudahan warga TWI angkatan ke 5 bulan Desembar akan datang, calon warga akan memenuhi target sebanyak 30 calon bahkan lebih. 


Sebagai Korlap Awara
 Yandi  memimpin penerapaian dilapangan
Bone Pante adalah pesisir pantai arah selatan Provinsi Gorontalo, sangat potensi untuk pengembangan Tapak Wali Indonesia. 
Menurut Yandi Tapak Wali Indonesia adalah organisasi kemasyarakat menariknya bukan aliran,  yang diyakininya akan diminati masyarakat setempat. 
Srikandi TWI Gorontalo selesai mengikuti TOT angkatan pertama
siapa diterjunkan dilapangan 


Sebagai organisasi yang berorintasi pada kebaikan diantaranya penerapian cuma-cuma, TWI merupakan solusi menjawab kebutuhan masyarakat dibidang kesehatan dan pengobatan arternatif. “Saya yakin, masyarakat tidak saja sebatas ingin sembuh dari penyakitnya, tetapi ingin sehat  tanpa harus mengeluarkan biaya.” Tandasnya.

Senin, 16 Oktober 2017

Geliat TWI Komda Persiapan Provinsi Gorontalo

Peta Pengembangan TWI Di Prov. Gorontalo
Pasca Pewisudahan 11 Oktober 2017, komposisi struktur Paguyuban Seni Beladiri pernasapan Tapak Wali Indonesia (TWI) di Provinsi Gorontalo berbenah diri untuk peningkatan kualitas dan kuantitas Ormas tersebut.

Seperti dikatakan Kabid 2 Pengembangan Safri Saifi, SE sebagai daerah pengembangan baru, kami harus benar-benar meletakan pondasi yang kokoh disertai sistim yang tertatah baik. “ biarlah saat ini kami kerja keras, insya Allah kedepan kalau sistim itu sudah berjalan dengan baik, maka sangatlah mudah untuk mengembangkan TWI” Jelas Safrin Saifi, SE

Lebih jauh Safrin memaparkan, tidak cukup hanya mengembangkan lapangan, tetapi perlu ditindak lanjuti penyiapan  pelatih yang dikoordinir oleh ketua 3 Bidang Pelatihan Faruk Oktawijaya. Hal itu adalah wujud keseriusan kami dalam menyikapi minat masyarakat terhadap TWI cukup baik, meskipun baru seumur jagung.   
Olehnya lanjut Safrin,  hasil rapat kerja pasca pewisudahan kemarin, kami  sepakat
Keluarga TWI Kota Gorontalo
melaksanakan Tranining Of Trainer (TOT)  angkatan pertama sejumlah 25 orang pelatih yang berasal dari 3 lapangan yang aktif saat ini, minggu malam (15/10), dilapangan 3 At Taubah Keurahan wumialo, kecamatan kota Tengah Kota Gorontalo.
Penerpian Arternatif TWI sangat diminati
Meskipun, menurutnya semua panduan aktifitas gerak dan tata cara lapangan sudah ada dalam CD dan buku panduan, tetapi penyelenggaraan itu sangat penting untuk menjaga kemurnian tata cara dalam penyelenggaraan gerak dan semua aktifitas yang berkaitan dengan TWI, perlu diantisioasi sedini mungkin untuk menghindari kesalahan presepsi yang menimbulkan pertentangan dilapangan.

Ia mengungkapkan pasca pewisudahan saat gerak perdana, sabtu (14/10) 3 lapangan yang aktif sudah menerima 26 calon warga, masing-masing  At Taubah 14 Org, lapangan Limboto 4 orang dan
Ujian Mental /pendadaranTWI  di Gorontalo
lapangan Awara 6 Orang. Seiring dengan pelayanan penerapian semakin dioptimalkan karena diminati dan semakin luas menarik perhatian masyarakat Gorontalo. Kami akan  terus mengawal visi dan misi Tapak Wali Indonesia dan terus berpijak pada AD/ART. Menyiapkan putra putri Indonesia sehat rohani dan jasmani, yang dibekali dengan ilmu beladiri, untuk menghidar serangan musuh baik yang nyata maupun tidak nyata, Tandas Safrin.(Paman Sam)  



Jumat, 13 Oktober 2017

TWI KOMDA PERSIAPAN GORONTALO SELENGGARAN WISUDA ANGKATAN KE 4

Jika mahluk ciptaan hanya untuk hidup semata, maka langkah tak bisa diseret dan bahupun  tak sanggup memikul  amanah ketika manusia ditakdirkan sebagai halifah dipermukaan bumi ini...

Akan tetapi ketika manusia mengenal dan memahami  dirinya, maka tak ada kegelisahan dan ketakutan, bahkan deraan tuntutan kehidupan bersifat duniawi bukan sesuatu yang perlu dirisaukan lagi...

segala keletihan akan sirna ketika cahaya kebesarannya menyingkirkan  berbagai kepentingan sesaat , yang membuat lelah  memikirkannnya. 
 
PAMAN SAM MELAPORKAN DARI SERAMBI MADINAH 

Ribuan kilo terlampaui, bentang lautan diseberagi dan keindahan buana dilintasi hanya karena amanah...perjalanan  panjang sang Mursyid Guru Besar  Tapak Wali Indonesia, Yang Mulia Al Muqarram H. Azis, BE, SE, M.Sc, MMG tak pernah menyimpan lelah diwajahnya yang selalu diliputi senyum yang menenangkan setiap jiwa yang memandangnya.

Meskipun hanya semalam di ibu Kota Provinsi Gorontalo yang dijuluki serambi Madinah dalam rangka mewisudah warga Paguyuban seni beladiri pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Cabang Kota Gorontalo yang dipusatkan di Mesjid At Taubah Kelurahan Wumialo kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Telah memberikan pencerahan kepada warga Tapak Wali Indonesia melalui pembahasan.

Peserta pewisudahan sebanyak 83 warga, berasal  dari 3 lapangan, masing Lapangan At Taubah, Lapangan Awara dan Lapangan Limboto menempuh ujian mental/pendadaran di Lapangan 2 SMP Muhammadiyah 3 di kelurahan Dulomo Selatan Kota Utara. 

Angkatan Pewisudahan ke 4 Kamis (11/10), khususnya lapangan Awara
rEGISTRASI PESERTA UJIAN MENTAL
didominasi mahasiswa dari Muna Sulawesi Tenggara serta  4 calon warga mahasiswa dari umat hindu berasal dari Luwuk Banggai, yang tekun mengikuti pelatihan hingga sampai  saat ujian mental. Juga pewisudahan kali ini 
diikuti 2 warga tataran  2 menengah berasal dari Amurang dan Kotambagu.

Proses pewisudahan baik calon menjadi warga TWI dan kenaikan sabuk,  bukan semata kenaikan tataran, tetapi kenaikan itu adalah proses peningkatan rejeki, serta memahami dimensi kehidupan yang beragam bagi setiap manusia. 
kenaikan tataran 
Team Penguji dari TWI Komda Sulteng 
merupakan wahana,  berhijrah kearah  yang lebih baik didalam memaknai kehidupan. Serta mampu memaintset cara berfikir agar selalu  bertindak positif dari betik rasa, yang lahir dari jiwa raga yang sehat, yang selalu ditempah melalui latihan gerak pernapasan dilapangan.

YM Gubes menekankan TWI bukan perguruan maupun aliran, tetapi TWI adalah organisiasi kemasyarakatan yang memiliki legalitas sebagai Ormas yang terdaftar di Menkumham, yang berdiri sejak tahun 2005 yang memiliki visi dan misi. 
Tapak Wali Indonesia  merupakan lembaga pusat pendidikan dan pembinaan,  pelatihan serta  penerapian bagi calon dan warga TWI dimanapun ormas itu berada.

Ditandaskan  YM Gubes, agar setiap warga TWI  menjalankan dan mengamalkan
Kabid 2 Safrin Saifi pemimpin Upacara
Pedoman Suci yang menjadi bingkai lingkaran kebaikan,  terutama dalam berinteraktif antara sesama manusia tetap dalam kolidor kabaikan, ditengah masyarakat luas.

Untuk mewujudkan organisasi yang baik, maka pengurus harus mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Paguyuban Seni Beladiri Tapak Wali Indonesia yang menjadi rel berjalannya roda organisasi. Bahkan ditegaskan, TWI bukanlah lahan tempat mencari, tetapi TWI adalah wahana pengabdian sesuai visi misi organisasi, guna kepentingan umum.


Proses kegiatan pewisudahan dan pembahasan berlangsung hingga pukul 3,15 dini hari.

Perjalan masih panjang yang harus dilalui
Penyerahan Pataka TWI kepada Ketua Team Pendadaran
sang Mursyid dengan terbukannya lapangan-lapangan baru pada cabang di NTB dan Kepulauan Karimun. 

Bahkan perjalan kedepan TWI Komda persiapan Gorontalo dapat meluaskan wilayah kerjanya keutara Sulawesi, wilayah amurang dan Kotambagu.





Menyertai perjalan YM Gubes ke Gorontalo,  Ketua Komda Sulteng Andi Jamil, MMG, Ketua
Akhir sebuah renungan pada ujian mental di Gorontalo
Majelis Sabuk Hitam Kolaka Utara H. Kadir, MMG dan Akbar, MMG Ketua Cabang Parigi Moutong Muhlis Raya, MMG (Paman Sam)